Sabtu, 17 Mei 2014

bersyukur itu penting

Mau lebih banyak bersyukur jangan liat ke atas, liat ke bawah, liat betapa sulitnya orang-orang yang bertahan hidup dengan garis kemiskinan, dengan penyakit parah..

Coba kalian liat di google. Para pasien kanker. Betapa menderitanya hidup mereka, tapi mereka tetep senyum, mereka masih punya semangat untuk hidup. Ga kayak kita, yang hidup enak ajah masih sering ngeluh.

Sesekali kalian kunjungi rs.dharmais. itu rumah sakit kanker terbesar di Indonesia, kalian pasti akan ngerasa betapa beruntungnya hidup kalian. Lihat mereka, botak, ada yang matanya bengkak sebelah, keluar darah di mana-mana, ada yang sekarang, ada yang lehernya di lubangin untuk oksigen dan makan, ada yang kepalanya di infus. Tapi mereka tetap punya semangat untuk sembuh, walau kemungkinan kecil untuk sembuh.





Kalian coba sesekali berkunjung ke panti penyandang cacat. Betapa beruntungnya kalian dengan fisik kalian sekarang, beda sama mereka. Tapi mereka berusaha keras supaya bisa hidup normal seperti kita bahkan mungkin prestasi mereka bisa lebih di atas kita.



Coba kalian berkunjung ke panti asuhan. Kalian akan melihat anak-anak yang tidak punya orang tua, anak-anak hasil hubungan gelap yang di buang orang tuanya. Lalu kalian lihat diri kalian, hidup di keluarga yang begitu menyayangi kalian. Di kasih makan enak, di kasih fasilitas ini itu, di sekolahkan di tempat yang terbaik.





Masih merasa kurang beruntung??

Kalian ga punya waktu untuk ke tempat itu? Jangan jauh-jauh, liat pemulung yang berkeliaran di jalanan. Mereka mencari sampah yang jika di jual harganya belum tentu bisa untuk mereka makan. Tapi mereka berjuang untuk hidup, mereka tetep bersyukur.



kalian merasa miskin, merasa tidak punya uang, merasa tidak punya sesuatu untuk di bagi. lalu bagaimana dengan mereka??

kalian merasa penyakitan. menyalahkan Tuhan atas penyakit dalam dirimu. tapi kamu masih bisa berobat, masih bisa melakukan akititas. coba lihat orangorang seperti dia

kalian merasa tidak pintar, bodoh dalam pelajaran. lalu bagaimana perasaan orang-orang seperti dia??

kalian merasa kurang kasih sayang dari keluarga. kurang perhatian. lalu bagaimana para kake dan nenek di panti jompo. yang seharusnya di mana tuanya penuh perhatian dari keluarga. tapi malah di titipkan ke panti, karna keluarga yang enggan mengurus mereka. pikirkan perasaan mereka?


kalian merasa sendirian, tiada orang yang peduli.? lalu bagaimana dengan mereka?

kalian merasa kalian tidak cantik, kalian tidak tampan. kalian merasa Tuhan tidak adil, Tuhan memberikan kalian wajah seperti ini. lalu apa perasaan orang-orang seperti dia? kebanyakan penderita kanker akan mengalami hal serupa pada wajahnya.


perbanyaklah beramal. Perbanyak bersyukur. Untuk siapa? Ya untuk kita juga nantinya.
Lagian apa salahnya berbagi sama mereka yang berkekurangan.

Bukan hanya materi kok, mereka juga butuh perhatian, butuh semangat dan dukungan.
Ayolah bantui mereka!

Kalau kalian takut harta kalian habis, lihat orang-orang miskin yang untuk makanpun sulit. 
Maka kalian akan belajar memberi.

Kalau kalian takut kehilangan perhatian keluarga, liat anak-anak yang di buang oleh orang tua kandungnya, maka kalian akan belajar mencintai.

coba bersyukur, coba berbagi. dari hal yang kecil dulu aja.. :') :*

:’) Tuhan memberkati

kanker !

Apa yg kalian takuti di dunia ini?
Apakah kalian takut mati?
Aku tidak takut mati, aku hanya takut jika kematian menjadi jurang pemisah antara aku dan orang-orang yang aku sayangin di dunia.
Semua orang pasti akan mati bukan? Kita menunggu giliran saat ini?
Jadi menurut kalian siapa duluan yang akan pergi? Aku? Atau kamu?

********

*2010*
Tahun 2010 lalu, budeku di fonis oleh dokter terkena KANKER PARU-PARU stadium 4.

To : ka dokter
kaka. Bude aku kena kanker paru-paru
udah stadium 4. Bisa sembuh kan?!
From : ka dokter
hah? Aku turut prihatin.
kata dokternya apa?

To : ka dokter
di suruh banyak berdoa.
dokternya udah angkat tangan.
tapi bude aku di kasih obat.

From :ka dokter
banyak berdoa ya kamu.
maaf, tapi mulai coba ikhlasin.
biasanya kalau udah stadium 4/akhir
udh ga bisa sembuh makanya dokter
udah angkat tangan :’)

Aku kaget saat ka dokter yang dulu sempat dekat denganku berkata seperti itu.! Apa ikhlasin, maksudnya apa?? Bude aku akan segera meninggal? Ga mungkin.. mujizat ada kan..
Karna dokter udah angkat tangan, makanya keluarga besar memilih agar bude aku menjalani pengobatan alternative. Benerkan walaupun bude aku kanker paru-paru tapi dia ga kelihatan kaya orang sakit parah. Dia hidup dengan penuh semangat. Kelihatan seperti orang sehat. 

Walau jadi sering masuk rumah sakit karna sesek nafas.
4 tahun bude aku bertahan dengan segala obat-obatan alternative.
dia di sempat beberapa kali di rawat di rumah sakit. Immanuel bandung, tapi di rujuk ke hasan sadikin karna perlengkapan untuk penderita kanker lebih lengkap.
 Sampai terakhir tanggal 28 april ketika aku akan berangkat sekolah, aku di panggil ke rumah sakit, masih pake seragam dan sepatu sekolah aku segera pergi ke rumah sakit. katanya bude aku kritis. Aku duduk di sebelah bude aku, nafasnya terlihat sahangat berat, tanggannya benggak, kakinya bengkak, dan rambutnya yang sangat tipis akibat efek obat. Saat itu bude aku koma dari jam 11 pagi

Aku melihatnya koma, sampai saat dokter datang membawa alat pemacu jantung karna jantung bude aku sempat berhenti, aku melihatnya secara langsung ketika bude aku koma dan sampai menghembuskan nafas terakhir. 6 dokter masuk ke ruangannya untuk terus mengupayakan agar jantung bude aku kembali berdetak. Tapi mungkin rencana Tuhan bukan itu. Tuhan udah ga kuat melihat bude aku menahan sakit. Mungkin 4 tahun waktu yang cukup. Akhirnya jam 16.30 bude aku menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit hasansadikin bandung.

************

*2012*
To : ka dokter
kakaaaaa.. temen aku ada yang sakit nih.

From : ka dokter
oh ya? Sakit apa?

To : ka dokter
leukemia limfositik akut

From : ka dokter
hmm akut ya? Susah itu. Ckck

Tahun 2012 lalu, aku di beri tahu bahwa adik kelasku namanya ‘novia lova anditha’ di kabarkan mengidap “LLA atau Leukimia Limfositik Akut’ , aku dulu deket banget sama adik ini, dia udah ku anggap adikku sendiri. Setiap ku Tanya bagaimana kabarnya dia dengan penuh semangat selalu menjawab ‘baik ka’ , selalu begitu. Sampai pada akhirnya lova ini di pindahkan ke Jakarta dia di rawat di rumah sakit dharmais. Rumah sakit kanker terbesar di Indonesia. Kakanya seorang dokter, ayahnya juga dokter jadi tak salah jika keluarganya mencarikan lova rumah sakit terbaik untuk merawatnya.

Aku tidak pernah berani bertanya secara langsung bagaimana kondisi lova. Oleh sebab itu aku selalu bercerita kepada kaka kelasku yang juga saat itu dokter di salah satu rumah sakit di bandung, yang juga kenal dengan keluarga lova dan tau kondisi lova. Katanya yang namanya kanker darah (leukemia) itu susah banget untuk sembuh. Apalagi kalau udah akut.
Suatu kali aku berbicara kepada dokter itu. Melalui sebuah pesan singkat :

To :ka dokter
ka, lova bisa sembuh?

From : ka dokter
kalau dalam kedokteran ga bisa de.
tapi siapa yg tau rencana Tuhan kan?

To : ka dokter
tapi dia kemoterapi, terus skrg dia
dapet obat-obat mahal dan bagus di rs yg skrg.

From : ka dokter
ia, itu tidak menyembuhkan sebenernya.
hanya untuk mengurangi rasa sakit dia.
kalau udah akut itu ga ada obatnya de.

Setelah membaca kata-kata itu aku terkejut. Jadi mau semahal apapun obat yang dia konsumsi, mau seberapa sering dia kemoterapi dia ga akan sembuh?! Itu hanya mengurangi rasa sakit. Dan itu berarti………………… di situ pikiranku mulai kacau, bagaimana mungkin aku kehilangan adik kesayangan aku, di umur dia yang masih sangat muda!
Dan benar saja, 12 januari 2013 lova di panggil Tuhan.. karna KANKER!
Tuhan udah angkat semua penyakitnya. Dia udah ga ngerasa kesakitan lagi.


*****************

*2014*
TO : KA DOKTER
kaka, temen aku ada yang sakit leukemia (lagi)

From : ka dokter
oia? Di rawat di mana dia?
aku Turut prihatin ya dek.

To : ka dokter
di hasansadikin..
udah akut ka. Dia pasti sembuhkan.

From : ka dokter
yang sabar ya. Mungkin memang berat.
tapi kamu percaya kekuatan doa kan? :)

Bulan februari kemarin. Temanku CINTYA DEWI, terkena penyakit ‘leukimia akut’. Sempet kaget denger berita itu.
Dia tuh asa orang baik.. dia ga pernah macem-macem anaknya. Ya walaupun aku ga deket sama dia, tapi aku kasian banget denger berita kaya gitu. Selama ini dia anaknya pendiem dan sulit bergaul/ berbaur dengan lingkungannya menurutnya ‘aku bingung mau temenan sama siapa, soalnya pada berkelompok di SMA tuh’.. siapa sih orang yang ga miris ada orang yang ngomong gitu!
seengganya selama di SMA, dia ngerasain gimana rasanya ada temen yang care sama dia. Dia ngerasa punya sahabat tempat dia berbagi cerita.
Sampai sekarang dia masih bertahan. Semoga Tuhan segera angkat penyakitnya.

********

Sudah 3 orang terdekatku di fonis menderita kanker!!
Kenapa sih, kanker itu harus nyerang orang-orang baik seperti mereka. Sumpah ya, aku tuh ga pernah bisa ngeliat orang kesakitan.
Kalian pernah ga liat pasien kanker kesakitan terus sekarat di depan mata kalian!!??

Aku pernah. Dan rasanya tuh dilemma, ga tau harus berdoa apa.. berdoa supaya dia segera di panggil Tuhan tapi hati masih belum siap. Berdoa supaya dia segera sadar dari sekaratnya tapi tetep dia bakal ngerasain sakit seumur hidupnya..
Aaaah!

Pokoknya kasian banget ngeliat orang-orang harus ngeliat penderita kanker. Kayaknya hidup mereka tuh berat banget, tapi masih bisa tersenyum.
Walau dokter prediksi umur mereka ga lama lagi, tapi mereka tetap bersyukur, tetap tersenyum.


Semua orang pasti akan mati. Tinggal tunggu giliran aja.. banyak berserah, banyak berdoa, banyak bersyukur. Tuhan pasti kasih yang terbaik.. percayalah.

4 fakta cewek gampang GR

Cewe itu gampang GR yah..
        Kalau seorang cewe lagi ngegebet seorang cowok. Awalnya dia akan curi-curi pandang. Memperhatikan cowok tersebut dari jauh, begitu cowok itu memandang ke arah si cewek, cewek itu pasti langsung jantungnya berdebar, wajah memerah. Dan teriak-teriak ke temennya “OH MY GOD, OH MY WOW DIA NGELIAT GUE!! DIA NGELIATIN GUE”.. bener kan bener!
sebenernya ada 2 kemungkinan dalan situasi ini : 1. Cowo itu beneran ngeliat k arah si cewek,
2. cowo itu mau ngelliat ke arah lain,dan kebetulan bertemu pandang dengan si cewe, dan tuh
cewe langsung mengambil kesimpulan kalau cowo tsb lagi ngeliatin dia.

        Cewek yang bener-bener jatuh cinta, dia akan mencoba mengirim sebuah pesan singkat ke gebetannya dengan awalan kata “HAI” dan ada 2 kemungkinan cowok membalas 1.”HAI JUGA, INI SIAPA?” dan ketika cowo tersebut membalas seperti itu biasanya cewe-cewe ini jantungnya mulai ga karuan, terus mereka bakal bilang “OH MY GOD, DIA NANYA NAMA GUE”, kalau di pikir-pikir ialah cowok tersebut bakal nanya, orang ceweknya awal ngirim pesan singkat ga ada nama pengirim.  2. Kalau si cowok ga bales sms cewek pasti cewek ini akan berfikir ‘ah ga ada pulsa’, atau ‘jangan-jangan dia udah tau nomer aku dan ga mau smsan sama aku’ karna ada pikiran seperti itu cewek akan mulai resah, dan mulai sms terus sampai si cowok membalas sms.

        Cewek yang lagi suka sama cowok. GR-nya tinggi banget, BANGET!..
apalagi kalau cowok tsb senyum ke cewek, sebenernya senyum cowok itu ada dalam berbagai arti. 1) dia orangnya ramah, 2)dia ga sombong, 3) dia memang tertarik sama cewe itu.
cewek, kalau udah di senyumin sama cowok yang dia suka pasti setelah itu dia bakal loncat-loncat atau dia bakal senyum-senyum sendiri, dan kalau sahabat si cewek ini nanya "lo kenapa?" si cewek ini akan menjawab "gpp" tapi dengan pikiran yang masih terbayang senyuman cowok gebetannya tadi. malem hari setelah kejadian itu, cewek ini akan terus membayangkan kejadian yg tadi dia alami semalaman sebelum dia tidur. bahkan yg lebih ekstream lagi, si cewek bisa juga sampe kebawa mimpi..

        cewek itu tingkat GRnya tinggi.. oh ada lagi. cewek kalau ada cowok yang tiba-tiba nge-chat atau bbm, lie, WA, dll secara tiba-tiba dan tidak seperti biasanya maka yang ada di pikiran cewek pertama kalinya itu adalah "DIA SUKA SAMA GUE"..
Misalnya gini, ada seorang cowok A dia suatu kali bbm ke cewe B "B, jadwal bsk ap?", walau si B tau yg sms adalah temen sekelasnya dia gk akan bales pertanyaan si cowok A yg menanyakan jadwal tapi dia bakal bales "ini siapa?" selalu gitu. setelah di bales sama cowok itu "ini gue A", baru cewek akan bales "oh jadwal bsk......." .
dan ketika cowok A ini setiap hari selalu menanyakan jadwal, pr atau dll. cewek akan bertanya-tanya sendiri "kenapa ya si A selalu nanya jadwal pr dll ke gue. jangan-jangan dia suka sama gue". dan parahnya lagi ketika cewek udah suka banget ke nih cowok, ketika tau cowok ini hanya nganggep dia sebatas teman pasti cewek ini bakal cerita ke temen-temennya "si A itu cowok HARKOS ya. jadi selama ini gue hanya di jadiin pengingat jadwal dia ajah! bla bla bla"
ya begitulah...............


kisah 4 relawan part 2

Hari ini hari pertama praktek di klinik desa ini.

Deva masuk ke ruang praktek gue “net, pasien berikutnya nih” , masuklah seorang wanita kira-kira usianya sama dengan kami.

“pagi dokter.” Sapanya ramah. “pagi, apa keluhannya?” kata gue bertanya ramah.
“dokter, lebih baik dokter dan teman-teman dokter pergi dari desa ini. Di sini ga aman untuk kalian” ucap wanita itu, yang membuat gue heran dan tiba-tiba terlintas kejadian-kejadian aneh kemarin.

“maksudnya? Niat kami di sini kan baik. Kami hanya ingin membantu kalian.” Kata gue lagi
“saya tau dok, tapi disini ga aman dok. Saya takut terjadi sesuatu sama dokter dan teman-teman dokter. Kalian ini orang baik, makanya saya takut. Segeralah pergi dok.” Kata wanita itu lagi

“saya tidak mengerti maksud kamu. Biar lebih jelas bagaimana kalau nanti sehabis praktek kamu ke rumah kita. Biar kamu cerita semuanya dengan jelas.” Kata gue
“rumah dokter terlalu jauh dari sini, aku takut jika pulang terlalu larut. Dokter tahu kan, di desa ini pamali wanita pulang malam. Sangat berbahaya.” Kata dia menjelaskan.

“lalu bagaimana? Tenanglah, nanti kami akan mengantarkan kamu pulang.” Jawabku menawarkan diri
“tidak, dokter tidak tahu kondisi di desa ini. Begini saja. Sesudah praktek kita bertemu di sungai, dokter hanya perlu berjalan 100 meter ke arah barat. Tempatnya aman. Disana banyak warga desa, yang akan pergi mandi dan mencuci. Jadi kemungkinan kecil kita dalam bahaya.” Jelas dia lagi
gue menyetujui permintaan wanita itu. Sebelum dia pergi dia sempat memperkenalkan diri. Namanya puput.

********* 

Ternyata dia adalah anak kepala desa di sini.
Ketika praktek semua berjalan dengan lancar. Tidak ada hal janggal kecuali perbincangan gue dengan puput.
Sepulang praktek kami semua langsung bergegas menuju sungai. Sebelumnya gue menceritakan kejadian tadi, kepada fary,dava, dan dian.

“put.. sebenarnya ada apa? Ini perkenalkan teman-teman saya, yang ini dokter fary, yang ini dava, yang ini dian” Tanya gue sambil memperkenalkan temen-temen gue.
“seperti kata saya tadi. Kalian lebih baik segera pergi. Tempat ini tidak aman untuk orang seperti kalian.” 

Katanya di ulangi lagi, membuat ketiga temanku yang lain saling pandang.
“oh ya, apa ini ada hubungannya sama wanita yang di bawa ke klinik kemarin?” Tanya fary
“saya tidak tahu dok. Yang saya tahu, kalian tidak aman ada di sini.” Kata puput lalu menunduk

“oh ya saya mau bertanya, apa semua orang di desa ini pernah melakukan operasi?” Tanya fary lagi, aku bingung pertanyaan macam apa itu. Apa hubungannya dengan keamanan kita di desa ini.
“operasi? Tidak dok. Memangnya ada apa?” Tanya puput heran
“aneh.. lalu, sebelum saya dan teman-teman saya ke desa ini apakah ada dokter lain yang pernah ke sini?” 
Tanya fary lagi, sih fary ini maksudnya apa lagi nanya-nanya beginian.

“5 tahun yang lalu pernah. Tapi dokter itu kembali ke kota makanya klinik itu tidak terurus. Karna itu kami semua kalau sakit berobat ke mbah gito” kata puput
“mbah gito? Siapa dia.?” Tanya fary berusaha menyelidiki
“dia dukun yg biasa menyembuhkan warga di sini. Sepertinya kita harus pulang sekarang dok, mari saya antar. Pamali jika kita pulang kemaleman.” Kata puput.
Kami mengikuti puput..

*******

Dava tergelincir jatuh ke tanah sedalam 2 meter. Kita panik dan segera turun membantu.
“jalan hati-hati woi. Bangun-bangun..” fary segera menolong
“duh kamu ga kenapa-kenapa kan sayang?” kata dian panik
“eh itu ada jalan setapak. Kita ke sana yuk. Penasaran gue.” Kata dava tiba-tiba
“jangan-jangan, kita sudah keluar jalur. Ayo kita kembali ke atas. Berbahaya.” Kata puput panik
“suuuuutttt jangan berisik bentar doang.” Kata dava lagi
“jangan ah. Bener kata puput mending kita balik aja ke atas. Ayo buruan keburu malem.” Ucap gue takut

“lagian. Belum pernah ada warga desa yang berjalan ke arah sana. Saya takut terjadi sesuat di sana.” Kata puput

Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke atas, karna untuk naik ke atas sangat sulit kami harus memutar jalan. Di tengah hutan tersebut, kami bertemu dengan sesosok lelaki tua. Mengenakan pakaian hitam dan satu orang bertubuh besar. Di tengah hutan itu

“permisi mbah. Numpang lewat” kata puput kepada orang tersebut
“ini mbah gito.” Bisik puput ke arah kami
“dari mana kalian?!!” suara seram mbah gito
“mereka tadi terperosok di sana mbah. Jadi kami akan memutar jalan lewat situ. Maaf mbah” kata puput

Gila nih mbah ngeliatin kita kaya, benci banget gitu sama kita. Wajahnya horror banget, tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata deh.
Akhirnya kita keluar hutan dengan selamat.

*********

*di rumah*

“aneh. Desa ini benar-benar aneh.” Kata fary
“memangnya kenapa sih far?? Dari tadi lu aneh nanyanya” kata dian heran
“ya aneh. Warga di desa ini tuh ga tau soal operasi. Tetapi pasien-pasien gue tadi, kebanyakan di perutnya ada bekas operasi gitu.” Ucap fary menjelaskan
“jangan-jangan ini ulah mbah gito!” ucap dava
“mbah gito itu hanya dukun kampong. Dia bisa belajar dari mana operasi? Lu suka ngaco” kata fary yakin

Ketika kami lagi ngobrol, tiba-tiba ada yang menggedor-gedor pintu rumah kami..
“dokter dokter.. tolong dokter..”ucap orang di luar sana.

Dava segera membuka pintu. “ada apa pak??” Tanya dava
“pak dokter mana?? Itu di klinik ada anak laki-laki berdarah-darah. Tolong pak dokter tolong.” Kata warga

“dian, kinet, kalian lebih baik tunggu di sini. Ini sudah malam. Terlalu berbahaya di luar, biar gue sama dava aja yang ke klinik. Kalian jaga rumah, dan kunci semua pintu. Kunci semua jendela, jangan biarka ada yang masuk dan jangan buka pintu, kecuali kalau gue sms kalian, ngerti kan. Gue pergi dulu. Baik-baik kalian” setelah berkata begitu, dava dan fary pergi ke klinik.
Gue dan dian menutup rapat semua pintu, dan jendela. Entahlah malam ini terasa mencekam sekali..

Tak lama setelah fary dan dava pergi. Pintu belakang rumah seperti ada yang menggedor-gedor dengan keras. Gue sama dian semakin ketakutan. Karna kita tahu itu bukan dava dan fary. Gue dan dian, memindahkan meja makan dan kursi di balik pintu agar, pintu tidak bisa di dobrak oleh orang asing di luar sana.

Pintu belakang semakin di gedor-gedor, gue dan dian sudah sangat ketakutan.  Setelah memastikan pintu belakang tidak akan terdobrak, kami masuk ke kamar, dari balik jendela sosok bayangan hitam lewat. Dan pintu depan pun di gedor-gedor dengan keras.. gue dan dian semakin ketakutan. Meja ruang tamu dan kursi kami rapatkan ke pintu agar pintu tidak bisa di dobrak.
Gue segera sms fary
To : fary
Lo dimana? Tolong kita.
di gedor-gedor, ga tau sama siapa.
cepet ke sini, kita takut.
Tak ada respon.. gedoran pintu kembali lagi ke pintu belakang. Kita bingung harus gimana. Akhirnya. Gue memutuskan untuk mengambil suntikan dan obat anastesi. Jika sewaktu-waktu dia membahayakan kita, gue akan suntik dia agar tak sadarkan diri.
From : fary
Perasaan gue juga enak. Iini warganya aneh, kita ga boleh balik.
Kalian pakai jaket, jangan bawa senter.
tapi kalian bawa piso atau apapun jadiin senjata. Jangan lupa.
bawa kunci mobil dava di atas meja makan.
suruh dian, bawa tas dava. Sekarang kalian ke kamar mandi.
di sana ada jendela, kalian keluar dari sana. Hati-hati jangan
sampai ada suara. Lalu kalian ke arah timur.
lewat jalan yg waktu itu dava tergelincir. Jalan ke arah barat
kita ketemuan di sungai yang waktu itu.
silent hp kamu. Dan jangan sampai kalian ketawan ada cahaya.
hati-hati nanti gue nyusul. Jaga diri baik-baik

Parah!! Ada apa ya sebenernya ini!! Gila asli..

*******

Dengan ketakutan gue dan dian segera mempersiapkan diri.. gedoran tersebut semakin keras.
kami bergegas menuju jalan yang di tunjukan oleh fary. Dari kejauhan gue melihat ada 2 orang yang menggedor-gedor rumah. Dan salah satunya membawa kapak besar. Gue dan dian berjalan ke arah timur. 
Melewati jalan yang waktu itu dava tergelincir.

“kinet, itu ada rumah. Siapa tau kita bisa minta tolong” bisik dian sambil menunjuk ke arah rumah yang hampir tak terlihat karna gelap dan tertutup rerumputan yang tinggi.

“aneh. Kata puput warga desa ga pernah ke tempat ini. Kenapa bisa ada rumah? Jangan bahaya. Tapi lebih baik kita selidiki rumah siapa itu!” kata gue berbisik dan sambil berjalan ke arah rumah itu.
Rumah itu seperti tidak berpenghuni. Gue dan dian memutuskan untuk masuk k dalam.
Sumpah, bau busuk gitu. Di sana ada lampu. Hebat juga ya, rumah di tengah hutan yang tidak pernah di jangkau warga tapi ada lampu. Di dalam rumah tersebut ada beberapa ruangan. Dan yang sempat membuat gue kaget. Ada kamar dan berisi wayat-mayat penuh darah. Karna gue seorang dokter gue terbiasa melihat hal seperti itu. Gue hanya heran mengapa bisa ada banyak mayat di sini. Gue memotret kumpulan mayat itu. 

Ternyata ini maksud fary menyuruh kami membawa kamera
Dian terlihat sangat shock dia melemah, gue membawa dia menjauhi tempat itu. Kami berjalan memasuki ruangan lain

“net, kenapa berhenti sih? Ayo jalan terus. Bahaya.” Kata dian
“mbah gito? Ini rumah mbah gito di. Kita cabut sekarang.” Kata gue menarik tangan dian, gue melihat foto mbah gito terpampang di salah satu ruangan.

Ketika gue mau cabut. Terdengar seperti ada suara seorang wanita, tetapi mulutnya seperti di tutup. Gue dan dia memutuskan untuk berjalan terus ke ruangan berikutnya. Dan betapa kagetnya gue, ketika melihat itu semacam ruang operasi. Dan ada puput tergeletak di sana, dengan tangan kaki di ikat, dan mulutnya di lakban.

“mbah gito? Melakukan operasi.. parah. Dian, lo tolongin puput dan gue akan foto dan cari barang bukti. 
Kalau kita ke kota gue bakal laporin dia!”

Gue foto ruangan tersebut, gue foto pisau plastic, obat bius, dan laptop. Gue menemukan laptop mbah gito. 

Ternyata di mbah gito sedang membuka web penjualan ginjal. Gue foto juga buku-buku mbah gito tentang ginjal, dan gue kaget menemukan modul fakultas kedokteran di mejanya. Ketika gue buka lebih lanjut, gue menemukan KTP  dan ID Card. Ternyata mbah gito adalah seorang dokter! Kurang ajar! Pantas saja dia tidak senang dengan keberadaan kami di sini. Ternyata dia tidak ingin identitasnya terbongkar oleh kami.

“net, ayo kita pergi sekarang. Keburu dia balik!” kata dian, sambil membopoh puput. Kita segera pergi dari rumah mbah gito. Yang ternyata seorang dokter itu!
“kita kemana sekarang??” Tanya gue kepada dian
“kita ke sana aja. Ayo cepat, sebelum mbah gito menemukan kita!” ucap puput.

Gue, dian dan puput berlari terus.

Perjalanan sepertinya sudah hampir 1 jam tapi puput masih terus berjalan cepat.

“ayo cepat.” Kata puput, “kau duluan kita nanti nyusul. Capek..” kata gue,
“di, lo ngerasa ada yang aneh ga sih? Kayanya si puput dari tadi hanya bawa kita muter-muter daerah sini. 

Tadi gue sengaja goresin pohon itu untuk ngasih jejak. Dan sekarang kita ada di pohon yg itu lagi. dia ga bener di.” Bisik gue kepada dian. Sambil pura-pura kecapean.
“udah belom istirahatnya? Ayo dong cepet.” Teriak puput.
“iyah sebentar lagi, minum dulu kita.” Teriak gue
“lo liat kan, dia berani teriak-teriak. Sedangkan dengan teriak mbah gito bisa dengar kita. Dia sengaja, supaya kita bisa di tangkap.” Bisik gue

Kita mendekat ke puput, dan hap. Mulut puput gue tutup pakai bius, ketika dia pingsan, gue suntik cairan anastesi supaya dia ga sadar untuk beberapa jam. Dian mengikat tangan dan kaki puput. Dan kami segera meninggalkan dia.

**********

Gue dan dian sudah sampai di sungai. Tepat pukul 1 dini hari. Gue dan dian mencari tempat yang paling aman, dan tak  ada 1 orangpun yg bisa melihat kami.
gue mencoba telfon fary dan dava. Tapi tak di angkat. Gue sms
To : fary
kita udah sampai di sungai. Kalian di mana?
parah, ternyata mbah gito itu dokter.
cepet ke sini. Gue takut, gue ingin pulang!
Smspun tak di jawab.
“net, mereka mana yah? Apa mereka udah di bunuh sama kelompok mbah gito?” Tanya dian
“aduh amit-amit deh, doain aja deh mereka selamat. Gue ga rela kehilangan mereka. Eh stttttttt lo denger suara ga? Itu kayanya fary dan dava deh.” Kata gue lalu melihat kea rah sumber suara.
“sttt sssttt” siul gue kode kepada 2 orang pria yang ternyata fary dan dava.

Mereka dateng, dan fary berkata “gue sama dava hampir mati. Gila, warga desa udah di hasut sama mbah gito itu, mereka pikir kita datang ke sini punya maksud jahat! Liat dava pergelangan tangannya patah. Tadi kita berusaha melepaskan ikatan di tangan kami supaya bisa lolos dari mereka. Karna ikatan dava terlalu kuat sampai patah jadinya.” Jelas fary,

Gue melihat dava menahan rasa sakit. Gue ingat masih punya obat anastesi. Lalu dengan cepat gue suntikkan di tanga dava, supaya sedikitnya bisa mengurangi rasa sakitnya.

Dian nangsi saat itu, dia memeluk tubuh dava dengan erat
“far, gue mau pulang. Gue ga kuat di sini. Gue takut.” Tangis dian.

Gue ga kuat liat dian menangsis begitu.
“gini, kita harus keluar dari sini, tengah malam. Karna warga desa juga tidak ada yang berani keluar saat tengah malam. Jadi intinya, kita harus menunggu besok malam. Agar penduduk desa sudah mengira bahwa kita sudah mati.” Kata fary
“ga bisa gitu far, lo liat kondisi dava. Tangannya patah, kita udah ga punya obat anastesi lagi far. Pokoknya kita harus pulang sekarang juga. Sebelum pagi.” Kata gue ngotot

“setuju sama kinet. Yuk sekarang kita ke mobil.,” desa ini pada tengah malam begini memang sangat sepi, tidak ada yang berani keluar.

*******

Kami semua menuju klinik. Lampu klinik di matikan, kami semua masuk mobil dengan membuka dan menutup pintu dengan sangat hati-hati. Fary mengambil alih kemudi, karna tangan dava sedang patah. Dava dan dian duduk di belakang. Gue menemani fary duduk di depan.
Dava menyalakan mobilnya dan segera meninggalkan desa dengan kecepatan yang maksimal.

*******

Hampir 2 jam fary mengendarai mobil. 1 jam lagi kita akan masuk kota.
“mungkin di sini udah aman far. Kita istirahat dulu yah. Kasian kamu pasti belum tidur.” Kata gue berusaha meyakinkan fary.

akhirnya mobilnya berhenti di jalan. Tapi ada 4 orang mencegat.
“keluar “ kata orang-orang itu.
“far jangan far.” Teriak dava dari belakang. Gue dan dia ketakutan meliihat keempat orang berbadan besar itu mengelilingi mobil.

“KELUAR! Enak aja kamu main keluar dari desa kami” kata salah satu dari mereka.
Fary keluar dari mobil, waktu SMA fary ikut ekskul bela diri. Dia terlihat jago dalam menghajar mereka.

Sebelum brug!

Salah satu dari orang-orang itu membawa balok kayu dan memukul fary. Gue ga kuat melihat fary melawan mereka sendiri. Gue keluar dari mobil dan membantu fary.

“MASUK MOBIL!!! KINET BIAR GUE AJA. MASUK LO MASUK!” kata fary teriak.
Dua orang menghampiri gue.  Gue menendang orang yang di depan gue. Tapi gue tidak sempat memukul orang yang di belakang gue.

Orang itu menampar gue. “cewek sok berani!” kata orang itu

“JANGAN SENTUH DIA.!!!!!!!!!” Teriak fary.
Lagi-lagi cowok ini menampar gue.

Dan dia mengeluarkan sebilah golok. “kalau pakai ini kayaknya lebih seru! HAHA” ancam orang ini hendak membunuhku. Aku tidak bisa berkutik, rambutku di dengkram dengan kuat. Dan sebentar lagi golok itu akan menembus perutku.

“HEH LO JANGAN MACEM-MACEM!! JANGAN BERANI-BERANI SENTUH DIA.” Teriak fary.
Gue liat 2 orang yang tadi lari. Dan yang satu masih memukuli fary dari belakang. Dan
Brug! Gue melihat dava memukut orang itu dengan balok kayu hingga pingsan.
Dan akhhhhh… golok yang di bawa orang itu melukai perut gue, walau walau tidak menembus tapi darah gue mulai keluar banyak sekali dan brug orang di samping gue jatuh ke tanah.

“jadi itu, maksud fary nyuruh kita bawa pisau” kata dian sambil terlihat menusuk orang itu dari belakang.
gue masih memegangi perut , dia menolong dan membantu gue naik mobil.

Dava dan fary segera menyusul setalah menyingkirkan kedua orang itu.
Fary tampak kesakitan di dalam mobil dia berkata “maafin gue, lo semua jadi pada luka gini.”

********

Akhirnya setelah 1 jam perjalanan kita sampai kota. Fary segera menuju rumah sakit. Supaya kami semua mendapat penanganan medis. Dan dia yang sama sekali tidak terluka parah, segera melaporkan kejadian ini kepada polisi.
Ya inilah cerita kami ‘4 relawan’,  tidak semua desa seperti itu kok.

Tapi kami bangga pernah masuk ke desa itu,banyak dapet pengalaman yang luar biasa.
Dan ternyata, mbah gito itu adalah seorang dokter, dia datang ke desa tersebut karna penduduk desa masih tabu terhadap hal-hal medis apalagi operasi. Dengan begitu mbah gito mengambil ginjal mereka untuk di jual.

Oleh karna itu semenjak kami tinggal di sana banyak kejadian aneh, karna mbah gito dan dukun setempat tidak senang keberadaan kami di sana. Karna fary seorang dokter dan pasti tau tentang operasi, mbah gito takut jika nantinya identitasnya sebagai penjual ginjal terkuak oleh kami.

Dan sekarang semenjak kejadian itu gue tetap ga kapok jadi relawan. Apalagi kalau perginya sama keempat teman gue ini.

************************************tamat*****************************************