Pernah sayang banget sama cowok. Pernah.. Cowok biasa dengan karakter luar biasa. Sekarang kita udah lama saling menjauh, karna suatu masalah. Awalnya aku tidak peduli ketika aku memutuskan pergi dan meninggalkan dia.
Awal-awal semua berjalan seperti biasa. Semua berjalan lancar tanpa HADIR dia.
1 minggu, 2 minggu, dan di minggu ketiga entah apa aku mulai memikirkannya kembali. Minggu ke 4,5,6 mulai aku berfikir “apa yang sedang dia lakukan?”. Minggu ke 7,8 rasanya ketika air mata aku jatuh biasanya ada dia yang selalu ada waktu menghibur aku, rasaya aku merindukan dia, senyumnya, tawanya, lelucon yang keusilan dia, semua memori tentang kita terus berputar-putar di otak. Minggu ke 9 ketika aku tertimpa masalah aku berharap dia ada di samping aku, tapi kenyataan dia tidak di samping aku karna kebodohan aku untuk melepaskan dia pergi. Minggu ke 10 “Tuhan jika boleh aku meminta, aku hanya ingin dia”
10 minggu. Waktu yg menyadarkan aku betapa aku sangat membutuhkanmu, semua perlakuanmu selama ini membuat aku ketergantungan. Dan bodohnya ketika semuanya hilang, ketika kamu pergi tanpa sedikitpun menoleh ke arahku aku menyesal. Dan aku sadar telah melepaskan sesuatu yg berharga sesuatu yang sudah ada dalam genggaman.
Kini aku kehilangan kamu, 10 minggu dan aku baru sadar hidup ini terasa lebih berat jika tanpa kamu.
Tidak ada kata-kata penyemangat, tidak ada kata penghiburan, lelucon manis, rangkulan hangat, tangan mu yg menguatkan, pelukan yang menghancurkan segala beban, senyuman penyegar, sapaan manja, SEMUA HILANG! HILANGGGG..
Dan jujur aku membutuhkanmu. Jika saja Tuhan memberikan kesempatan kedua, aku tidak akan menyia-nyiakan kamu. Tapi bukankah kesempatan tidak akan datang dua kali?
Kini…….. hanya foto-foto kita dan semua voice note mu yang membuat aku sedikit bisa menahan gejolak rindu. Yang dengan lancangnya terus menyeruak di hati.
Maafkan atas segala kebodohan yang ku perbuat. Maaf atas keputusan terbodoh untuk meninggalkanmu saat itu. Aku tersadar selama ini aku benar-benar bergantung pada kamu.
sekarang aku hancur, aku jatuh, dan aku terinjak-injak oleh orang di luar sana. Aku tidak bisa bangun, aku hanya dapat menyeret kaki ini menjauh dari dunia yang jahat dan pergi ke ruang gelap di mana hanya ada aku dan bayanganmu saja.
Aku ketakutan disini, aku merasa sendirian, dulu hanya ketika bersamamu aku bisa merasakan ketenangan yang luar biasa. Tapi kini, hanya impian untuk bisa merasakan hadirmu di sini bersamaku.
Menurutmu, apa yang harus aku lakukan sekarang? Ku mohon beri sedikit saja komentar. Aku sungguh merasa tidak menjadi diri aku, aku merasa tidak bisa lagi terus berjalan melewati duri duri tajam yang sewaktu-waktu bisa melukai hatiku, bantu aku ku mohon.
Dunia terlalu keras untuk ku lewati sendirian. Semua terasa lebih gelap. Bahkan semua orang terlihat samar samar, ku kira mereka baik dan ternyata sebaliknya. Aku tidak bisa lagi menilai mana orang yang baik dan mana orang yang akan menjatuhkanku.. aku butuh pendapatmu dalam hal ini.
Aku membutuhkanmu. Tidak ada orang lain yang membuat aku merasa aman dan sanggup menghadapi dunia yang keras di depan mata.
Akuuu…. Aku menyesal dengan keputusanku saat itu..
Selamat datang.. post ini belum tentu tentang saya.. tanyakan apapun pada saya di http://ask.fm/debrinot12 ..selamat membaca :*
Jumat, 21 November 2014
Sabtu, 15 November 2014
maaf aku, membuatmu malu
Aku... aku tidak seperti kalian, yang memiliki banyak sahabat. Aku... aku tidak seperti kalian, yang mudah berteman dengan orang-orang baru..
Aku... aku punya kenalan, tapi tidak punya teman.
Aku... aku merasa sendirian sepanjang hari. Tidak seperti kalian yang di kelilingi banyak orang.
Mereka, orang-orang yang ku kenal tidak mau berteman denganku.
Mereka berfikir aku tidak asik untuk menjadi teman sepermainan mereka.
Lihat saja ,untuk mendapatkan temanpun aku sangat sulit.
Aku memandang wajahku di cermin. Apa yang salah pada diriku? Apakah pakaian yang ku kenakan terlalu kuno dan jelek? Atau wajahku? Ataukah sikapku yg terlalu 'aneh' bagi mereka?
Mengapa semua orang tidak ada yang mau mendekat.? Apa aku begitu buruk bagi mereka? Bahkan untuk menjadi temanku pun mereka tidak mau?
Apa yang salah?!!!
Ketika aku lewat mereka selalu mengolok-olokku..
Aku selalu menjadi bahan ejekan dan bulan-bulanan mereka. Bahkan ketika di kelaspun jika harus membagi kelompok ,tidak ada satupun yang mau sekelompok denganku.
Beberapa dari mereka meneriaki kupingku, mengacak-acak rambutku, membentak persis di depan wajahku, mereka menyembunyikan sepatuku, mereka mengolok-olok setiap aku lewat, bahkan mereka menarik dan mendorongku ke berbagai arah. Di perlakukan seperti binatang! Apa salah aku? Aku sama sekali tidak pernah mengganggu mereka, bahkan aku tidak pernah membenci mereka walau aku di perlakukan seperti itu.
Saat itu, aku dekat dengan seorang pria..dia yang juga senasib denganku, tidak memiliki banyak teman. Pria itu sama pendiam seperti aku , saat dia masuk ke dalam kehidupanku semua mulai berubah, setidaknya aku memiliki satu orang teman. Kita sering mengerjakan tugas bersama, tuker kado saat ulang tahun dia, Kita pulang bareng, duduk bareng di kantin, melakukan segala hal bersama, kita bercerita tentang segala hal, dan dia suka memberikan cerita-cerita lucu yg membuat aku tertawa lepas. Semenjak ada dia aku merasa tidak sendirian, dia pernah sesekali membela aku ketika aku mulai di olok-olok. Rasanya ketika bersama dia aku merasa aman. Dan dia telah membuat aku merasa benar-benar memiliki seorang teman.
Beranjak dewasa.
Dia terlihat semakin tampan dan cerdas. Kami masuk SMA yang sama kelas 10-11 kita selalu sekelas. Dia mulai menjauh. Dia mulai banyak temen cowok dan cewek. Aku sedikit demi sedkit mulai kehilangan sosok dia. Ketika aku mendekat, dia menjauh. Mungkin dia malu mempunyai teman seperti aku.
Sekarang dia sudah benar-benar berbeda, awalnya karna teman-teman dia berkata bahwa kita pacaran.
Mungkin dia malu. Mulai dari situ dia benar-benar pergi dari hidup aku, seakan dia benar-benar tidak peduli lagi!
Aku benar-benar mulai kehilangan dia. Aku kehilangan seorang teman. Aku sendirian lagi. Suatu kali aku di olok-olok lagi, aku hanya diam kebetulan dia ada di situ tetapi dia hanya diam, melihat ke arahku tanpa sedikitpun membela seperti yang dia lakukan dulu. Dia hanya menatap dengan pandangan tak peduli lalu pergi. Aku hanya tersenyum untuknya.
Aku.. aku senang sekarang dia udah punya temen. Walau dia ninggalin aku, tidak masalah. Melihat dia tersenyum dengan teman-teman barunya aku cukup lega dan bahagia. Walau kenyataannya aku rindu sapaan manisnya.
Aku sakit parah, membuat aku harus di rawat di rumah sakit. Saat itu aku merasa banyak teman sekolah yang menjenguk. Bahkan orang yg tadinya tidak dekat denganku pun menjenguk. Mengapa tak dri dulu aku seperti ini? Jadi apa aku harus sakit parah dulu agar ada yg mempedulikanku?
Aku senang, setidaknya aku mempunyai banyak teman sebelum aku pergi.
Dari banyaknya orang yang menjengukku, aku tidak melihat sosok dia berada di antara mereka? Dimana dia? Apa dia sudah benar-benar tidak peduli dengan keadaanku yg sudah parah itu? Apa rasa malu dia sudah menutupi semua rasa pedulinya pada aku?
Aku menunggunya.. aku terus bertahan. Setiap pintu kamar rawat inap terbuka, aku berharap itu dia. Tapi hasilnya nihil.
Hari ini rasanya badanku semakin lemas. Penyakitku semakin parah jadi ku fikir sebentar lagi waktu ku sudah habis. Tapi aku belum melihat batang hidungnya di sini.
Aku datang ke acara perpisahan sekolah. Aku tau badanku sangat lemas dan tak sanggup menopang beban beratku, tapi aku berusaha sekuat tenaga, satu harapanku untuk bertemu denganmu. Dokter sebenarnya melarang aku untuk datang ke acara perpisahan ni, tapi jika tidak hari ini kapan aku bisa menemui dia? Di saat aku tidak lagi memiliki banyak waktu.
Di sini mereka terlihat sangat cantik dan tampan. Aku melihat dia, sedikit canggung untuk menyapanya. Apa aku terlihat aneh hari ini? Memang badanku kurus sekali, penyakit itu terus menggerogoti tubuhku.
Dia sama sekali tidak menyapaku. walaupun begitu hatiku lega bisa melihat dia datang ke perpisahan kita menggunakan jas. Terlihat tampan. Andai dia tau aku tidak pernah bisa melupakan semua yg ada dalam dirinya dari awal kedekatan kita. Di saat yg lain saling berpelukan aku ingin sekali memeluknya, sekali saja. Tapi aku tau itu hanya mimpi saja, jangankan memeluknya. Untuk mendapatkan sedikit senyumnya saja itu hanya hayalan belaka.
Beberapa hari setelah acara perpisahan sekolah. Aku masuk rumah sakit tapi aku tidak pernah sedikitpun melihatnya lagi. Bahkan untuk mengirim pesan singkatpun tidak dia lakukan ..
Ku kira waktu ku akan segera habis. Seadainya hari itu tiba, ketika aku sudah pergi. Ingatlah sesuatu, aku tidak pernah punya dendam kepada kalian yg pernah memperlakukan aku dengan buruk ,aku sudah memaafkan kalian bahkan sebelum kalian memintanya.
Dan ketika aku sudah tidak ada, bisakah kalian memberi tahu apakah dia datang ke acara pemakaman ku? Ku harap dia akan datang.
Tolong sampaikan padanya, terima kasih sudah menjadi teman terbaik dalam hidup aku dari dulu sampai sekarang. Dan maaf jika aku selalu membuat dia merasa malu. Oh ya, aku ingat buku kimia aku masih di dia, tolong di simpan baik-baik ya.
Selamat tinggal.
Aku... aku punya kenalan, tapi tidak punya teman.
Aku... aku merasa sendirian sepanjang hari. Tidak seperti kalian yang di kelilingi banyak orang.
Mereka, orang-orang yang ku kenal tidak mau berteman denganku.
Mereka berfikir aku tidak asik untuk menjadi teman sepermainan mereka.
Lihat saja ,untuk mendapatkan temanpun aku sangat sulit.
Aku memandang wajahku di cermin. Apa yang salah pada diriku? Apakah pakaian yang ku kenakan terlalu kuno dan jelek? Atau wajahku? Ataukah sikapku yg terlalu 'aneh' bagi mereka?
Mengapa semua orang tidak ada yang mau mendekat.? Apa aku begitu buruk bagi mereka? Bahkan untuk menjadi temanku pun mereka tidak mau?
Apa yang salah?!!!
Ketika aku lewat mereka selalu mengolok-olokku..
Aku selalu menjadi bahan ejekan dan bulan-bulanan mereka. Bahkan ketika di kelaspun jika harus membagi kelompok ,tidak ada satupun yang mau sekelompok denganku.
Beberapa dari mereka meneriaki kupingku, mengacak-acak rambutku, membentak persis di depan wajahku, mereka menyembunyikan sepatuku, mereka mengolok-olok setiap aku lewat, bahkan mereka menarik dan mendorongku ke berbagai arah. Di perlakukan seperti binatang! Apa salah aku? Aku sama sekali tidak pernah mengganggu mereka, bahkan aku tidak pernah membenci mereka walau aku di perlakukan seperti itu.
Saat itu, aku dekat dengan seorang pria..dia yang juga senasib denganku, tidak memiliki banyak teman. Pria itu sama pendiam seperti aku , saat dia masuk ke dalam kehidupanku semua mulai berubah, setidaknya aku memiliki satu orang teman. Kita sering mengerjakan tugas bersama, tuker kado saat ulang tahun dia, Kita pulang bareng, duduk bareng di kantin, melakukan segala hal bersama, kita bercerita tentang segala hal, dan dia suka memberikan cerita-cerita lucu yg membuat aku tertawa lepas. Semenjak ada dia aku merasa tidak sendirian, dia pernah sesekali membela aku ketika aku mulai di olok-olok. Rasanya ketika bersama dia aku merasa aman. Dan dia telah membuat aku merasa benar-benar memiliki seorang teman.
Beranjak dewasa.
Dia terlihat semakin tampan dan cerdas. Kami masuk SMA yang sama kelas 10-11 kita selalu sekelas. Dia mulai menjauh. Dia mulai banyak temen cowok dan cewek. Aku sedikit demi sedkit mulai kehilangan sosok dia. Ketika aku mendekat, dia menjauh. Mungkin dia malu mempunyai teman seperti aku.
Sekarang dia sudah benar-benar berbeda, awalnya karna teman-teman dia berkata bahwa kita pacaran.
Mungkin dia malu. Mulai dari situ dia benar-benar pergi dari hidup aku, seakan dia benar-benar tidak peduli lagi!
Aku benar-benar mulai kehilangan dia. Aku kehilangan seorang teman. Aku sendirian lagi. Suatu kali aku di olok-olok lagi, aku hanya diam kebetulan dia ada di situ tetapi dia hanya diam, melihat ke arahku tanpa sedikitpun membela seperti yang dia lakukan dulu. Dia hanya menatap dengan pandangan tak peduli lalu pergi. Aku hanya tersenyum untuknya.
Aku.. aku senang sekarang dia udah punya temen. Walau dia ninggalin aku, tidak masalah. Melihat dia tersenyum dengan teman-teman barunya aku cukup lega dan bahagia. Walau kenyataannya aku rindu sapaan manisnya.
Aku sakit parah, membuat aku harus di rawat di rumah sakit. Saat itu aku merasa banyak teman sekolah yang menjenguk. Bahkan orang yg tadinya tidak dekat denganku pun menjenguk. Mengapa tak dri dulu aku seperti ini? Jadi apa aku harus sakit parah dulu agar ada yg mempedulikanku?
Aku senang, setidaknya aku mempunyai banyak teman sebelum aku pergi.
Dari banyaknya orang yang menjengukku, aku tidak melihat sosok dia berada di antara mereka? Dimana dia? Apa dia sudah benar-benar tidak peduli dengan keadaanku yg sudah parah itu? Apa rasa malu dia sudah menutupi semua rasa pedulinya pada aku?
Aku menunggunya.. aku terus bertahan. Setiap pintu kamar rawat inap terbuka, aku berharap itu dia. Tapi hasilnya nihil.
Hari ini rasanya badanku semakin lemas. Penyakitku semakin parah jadi ku fikir sebentar lagi waktu ku sudah habis. Tapi aku belum melihat batang hidungnya di sini.
Aku datang ke acara perpisahan sekolah. Aku tau badanku sangat lemas dan tak sanggup menopang beban beratku, tapi aku berusaha sekuat tenaga, satu harapanku untuk bertemu denganmu. Dokter sebenarnya melarang aku untuk datang ke acara perpisahan ni, tapi jika tidak hari ini kapan aku bisa menemui dia? Di saat aku tidak lagi memiliki banyak waktu.
Di sini mereka terlihat sangat cantik dan tampan. Aku melihat dia, sedikit canggung untuk menyapanya. Apa aku terlihat aneh hari ini? Memang badanku kurus sekali, penyakit itu terus menggerogoti tubuhku.
Dia sama sekali tidak menyapaku. walaupun begitu hatiku lega bisa melihat dia datang ke perpisahan kita menggunakan jas. Terlihat tampan. Andai dia tau aku tidak pernah bisa melupakan semua yg ada dalam dirinya dari awal kedekatan kita. Di saat yg lain saling berpelukan aku ingin sekali memeluknya, sekali saja. Tapi aku tau itu hanya mimpi saja, jangankan memeluknya. Untuk mendapatkan sedikit senyumnya saja itu hanya hayalan belaka.
Beberapa hari setelah acara perpisahan sekolah. Aku masuk rumah sakit tapi aku tidak pernah sedikitpun melihatnya lagi. Bahkan untuk mengirim pesan singkatpun tidak dia lakukan ..
Ku kira waktu ku akan segera habis. Seadainya hari itu tiba, ketika aku sudah pergi. Ingatlah sesuatu, aku tidak pernah punya dendam kepada kalian yg pernah memperlakukan aku dengan buruk ,aku sudah memaafkan kalian bahkan sebelum kalian memintanya.
Dan ketika aku sudah tidak ada, bisakah kalian memberi tahu apakah dia datang ke acara pemakaman ku? Ku harap dia akan datang.
Tolong sampaikan padanya, terima kasih sudah menjadi teman terbaik dalam hidup aku dari dulu sampai sekarang. Dan maaf jika aku selalu membuat dia merasa malu. Oh ya, aku ingat buku kimia aku masih di dia, tolong di simpan baik-baik ya.
Selamat tinggal.
Jumat, 14 November 2014
bosan
Seperti halnya sebuah bola yg berputar, kadang di atas kadang di bawah.
benar juga kata orang, hidup itu tidak semuanya badai.
Ya beginilah hidup semua sesuai porsinya, semua sama, kadang pelangi, kadang pula badai.
Lagi ngerasa hidup sepi banget nih..
temen-temen sewaktu SMA dulu sudah punya kegiatan masing-masing, udah sibuk sendiri, dan udah punya dunia baru, juga teman-teman baru.
Lagi bosen sama hidup yg gini-gini aja.
tiap hari mantengin time line di media sosial, cari-cari bahan buat di baca-baca walau ya gitu-gitu aja.
liat orang lain update status, upload foto bareng temen-temen baru.
Lah gua? Diem di pojokan kamar. Selimutan. Jarang ngomong.
iyah gua mau ngomong sama siapa? Cermin? Mamah papah kerja, adik sekolah. Setiap gue bangun tidur mereka udah pada pergi. Jadi ngerasa jarang banget nih ketemu sama manusia (?)
Kapan ya gue bisa kayak kalian. Lari sana-sini, upload foto sama temen baru. Ngabisin waktu buat kumpul-kumpul. Lo liat aja instagram gua @maria_debrina foto lama semua. Kalaupun ada foto baru, ya itu juga main sama temen lama.
Jenuh nih di rumah mulu, main games plant v zombie juga sampe udah tamat. Chat sama gebetan di balesnya 1 abadddd karna lagi kuliah.. kerjn tiap hari gini-gini aja, kecuali sabtu yahhhh HAHA
walaupun ceritanya kisah hidup lagi sepi tapi beda ya sama kisah percintaan.
Hidup saat ini bener-bener ga ada semangat. Kaya ga ada tujuan hidup gitulah.
Hidup saat ini udah kaya vampire di film “ganteng-ganteng srigala”, jarang ketemu matahari. Gue juga udah lupa gimana rasanya kalau kulit nyentuh matahari. Bahkan gue lupa siang hari itu kaya gimana (?) haha.
Lebai banget yah? Maafin.. gue bingung mau nulis apaan lagi. Ya intinya akhir-akhir ini lagi ngerasa bosen aja…
benar juga kata orang, hidup itu tidak semuanya badai.
Ya beginilah hidup semua sesuai porsinya, semua sama, kadang pelangi, kadang pula badai.
Lagi ngerasa hidup sepi banget nih..
temen-temen sewaktu SMA dulu sudah punya kegiatan masing-masing, udah sibuk sendiri, dan udah punya dunia baru, juga teman-teman baru.
Lagi bosen sama hidup yg gini-gini aja.
tiap hari mantengin time line di media sosial, cari-cari bahan buat di baca-baca walau ya gitu-gitu aja.
liat orang lain update status, upload foto bareng temen-temen baru.
Lah gua? Diem di pojokan kamar. Selimutan. Jarang ngomong.
iyah gua mau ngomong sama siapa? Cermin? Mamah papah kerja, adik sekolah. Setiap gue bangun tidur mereka udah pada pergi. Jadi ngerasa jarang banget nih ketemu sama manusia (?)
Kapan ya gue bisa kayak kalian. Lari sana-sini, upload foto sama temen baru. Ngabisin waktu buat kumpul-kumpul. Lo liat aja instagram gua @maria_debrina foto lama semua. Kalaupun ada foto baru, ya itu juga main sama temen lama.
Jenuh nih di rumah mulu, main games plant v zombie juga sampe udah tamat. Chat sama gebetan di balesnya 1 abadddd karna lagi kuliah.. kerjn tiap hari gini-gini aja, kecuali sabtu yahhhh HAHA
walaupun ceritanya kisah hidup lagi sepi tapi beda ya sama kisah percintaan.
Hidup saat ini bener-bener ga ada semangat. Kaya ga ada tujuan hidup gitulah.
Hidup saat ini udah kaya vampire di film “ganteng-ganteng srigala”, jarang ketemu matahari. Gue juga udah lupa gimana rasanya kalau kulit nyentuh matahari. Bahkan gue lupa siang hari itu kaya gimana (?) haha.
Lebai banget yah? Maafin.. gue bingung mau nulis apaan lagi. Ya intinya akhir-akhir ini lagi ngerasa bosen aja…
Rabu, 24 September 2014
"mereka di perjual-belikan "
Suatu sore..
aku dan sahabatku sedang istirahat di taman kota..
Taman yang sangat ramai di padati oleh warga yang sedang bersantai, mengajak anaknya bermain, dan juga ada sekumpulan anak-anak SMA yang sedang latihan paskibra di sana..
Kami sangat menikmati sore hari itu, dengan suasana taman kota yg nyaman.. kami meneguk minuman yang kami bawa, dan memakan beberapa gorengan yang sebelumnya kami beli..
Ketika sedang asik bercerita.. dan menikmati suasana taman kota..
Ada seorang anak kecil, usianya sekitar 4 tahun menghampiri kami..
wajahnya kotor, bajunya kotor dan tiba-tiba dia mengambil minuman kami.. dia tiba-tiba meminum dan mengambil gorengan yang tersedia sedari tadi..
Wajahnya sangat menyedihkan..
ternyata dia seorang pengamen kecil, yang kelaparan, yang ternyata sedari tadi memperhatikan aku dan sahabatku..
Kami merasa iba dengan anak itu….
dia kemudian menarik tanganku..
“teteh ayo main itu” ,,dia menunjuk permainan gelembung.. aku hanya memperhatikannya dengan sedih, lalu anak itu berlari sambil memainkan gelembung gelembung yang di jual di taman kota itu..
Lalu dia menghampiri aku dan sahabatku lagi..
tapi kini dia tidak sendiri, dia datang bersama adiknya..
adiknya terlhat lebih menyedihkan, kotor, dan tidak memakai celana..
Mereka terlihat sangat kelaparan.. aku membeli makanan untuk kita makan bersama di sana.. ketika aku menghampiri seorang pedagang dia berkata.
“neng.. anak itu kasian.. dia suka di ngilang sehari-dua hari.. tapi orang tuanya ga pernah peduli..” ucap pedagang itu.
“oh ya? Kok bisa? Ngilang ke mana memangnya mang?” Tanya aku.
“mereka suka di perjual belikan..”
Ketika mendengar kata-kata itu.. rasanya hati aku teriris-iris..
Anak seusia mereka yang seharusnya bebas bermain , bebas tertawa, mendapat perhatian dan kasih sayang penuh.. ini malah di perjual belikan!!
Oh Tuhan.. dimana hati kedua orang mereka?
anak-anak semanis mereka, tidak seharusnya menanggung beban sebesar ini..
Hmmm..
Sebenarnya.. kita banyak mendapat pelajaran dari kehidupan anak-anak jalanan..
mereka yang tidak kenal arti ‘membuang-buang uang’..
tidak mengenal arti ‘bermalas-malasan’
tidak mengenal arti ‘kasih sayang’
Kadang aku tidak mengerti sama orang yang suka marah-marah sama anak jalanan : “kalian masih kecil udah ngamen! Kalau besar mau jadi apa?!”
Rasanya ketika ada orang yang teriak begitu aku ingin sekali memakinya, hei kalian yang membaca post ini.. tolong kalian ngerti anak-anak jalanan juga ga mau ngamen atau apapun itu.. tapi mereka tidak punya pilihan lain, orang tuanya yang menyuruh mereka seperti itu.. orang tua yang ga punya hati lebih tepatnya..
Jangan salahkan mereka..
Mereka masih anak-anak.. mereka tidak minta di lahirkan sebagai seorang ‘peminta-minta’..
Berikan sedikit perhatian kalian untuk mereka..
Dengarkan ketika mereka bernyanyi.. jangan malah mengusir mereka..
Mereka hanya anak-anak yang kurang kasih sayang, kurang cinta, dan kurang materi.
Berikan sedikit kepunyaan kita untuk mereka..
sedikit dari kita sangat berarti banyak untuk mereka.. untuk hidup mereka..
Berikan senyuman untuk mereka, ketika mereka bernyanyi.
Setidaknya mereka akan merasa bahwa masih ada orang yang peduli kepadanya..
Íngatlah sesuatu kawan :
“ketika kita memberi, percayalah bahwa kita tidak akan pernah berkekurangan.. “
aku dan sahabatku sedang istirahat di taman kota..
Taman yang sangat ramai di padati oleh warga yang sedang bersantai, mengajak anaknya bermain, dan juga ada sekumpulan anak-anak SMA yang sedang latihan paskibra di sana..
Kami sangat menikmati sore hari itu, dengan suasana taman kota yg nyaman.. kami meneguk minuman yang kami bawa, dan memakan beberapa gorengan yang sebelumnya kami beli..
Ketika sedang asik bercerita.. dan menikmati suasana taman kota..
Ada seorang anak kecil, usianya sekitar 4 tahun menghampiri kami..
wajahnya kotor, bajunya kotor dan tiba-tiba dia mengambil minuman kami.. dia tiba-tiba meminum dan mengambil gorengan yang tersedia sedari tadi..
Wajahnya sangat menyedihkan..
ternyata dia seorang pengamen kecil, yang kelaparan, yang ternyata sedari tadi memperhatikan aku dan sahabatku..
Kami merasa iba dengan anak itu….
dia kemudian menarik tanganku..
“teteh ayo main itu” ,,dia menunjuk permainan gelembung.. aku hanya memperhatikannya dengan sedih, lalu anak itu berlari sambil memainkan gelembung gelembung yang di jual di taman kota itu..
Lalu dia menghampiri aku dan sahabatku lagi..
tapi kini dia tidak sendiri, dia datang bersama adiknya..
adiknya terlhat lebih menyedihkan, kotor, dan tidak memakai celana..
Mereka terlihat sangat kelaparan.. aku membeli makanan untuk kita makan bersama di sana.. ketika aku menghampiri seorang pedagang dia berkata.
“neng.. anak itu kasian.. dia suka di ngilang sehari-dua hari.. tapi orang tuanya ga pernah peduli..” ucap pedagang itu.
“oh ya? Kok bisa? Ngilang ke mana memangnya mang?” Tanya aku.
“mereka suka di perjual belikan..”
Ketika mendengar kata-kata itu.. rasanya hati aku teriris-iris..
Anak seusia mereka yang seharusnya bebas bermain , bebas tertawa, mendapat perhatian dan kasih sayang penuh.. ini malah di perjual belikan!!
Oh Tuhan.. dimana hati kedua orang mereka?
anak-anak semanis mereka, tidak seharusnya menanggung beban sebesar ini..
Hmmm..
Sebenarnya.. kita banyak mendapat pelajaran dari kehidupan anak-anak jalanan..
mereka yang tidak kenal arti ‘membuang-buang uang’..
tidak mengenal arti ‘bermalas-malasan’
tidak mengenal arti ‘kasih sayang’
Kadang aku tidak mengerti sama orang yang suka marah-marah sama anak jalanan : “kalian masih kecil udah ngamen! Kalau besar mau jadi apa?!”
Rasanya ketika ada orang yang teriak begitu aku ingin sekali memakinya, hei kalian yang membaca post ini.. tolong kalian ngerti anak-anak jalanan juga ga mau ngamen atau apapun itu.. tapi mereka tidak punya pilihan lain, orang tuanya yang menyuruh mereka seperti itu.. orang tua yang ga punya hati lebih tepatnya..
Jangan salahkan mereka..
Mereka masih anak-anak.. mereka tidak minta di lahirkan sebagai seorang ‘peminta-minta’..
Berikan sedikit perhatian kalian untuk mereka..
Dengarkan ketika mereka bernyanyi.. jangan malah mengusir mereka..
Mereka hanya anak-anak yang kurang kasih sayang, kurang cinta, dan kurang materi.
Berikan sedikit kepunyaan kita untuk mereka..
sedikit dari kita sangat berarti banyak untuk mereka.. untuk hidup mereka..
Berikan senyuman untuk mereka, ketika mereka bernyanyi.
Setidaknya mereka akan merasa bahwa masih ada orang yang peduli kepadanya..
Íngatlah sesuatu kawan :
“ketika kita memberi, percayalah bahwa kita tidak akan pernah berkekurangan.. “
Langganan:
Postingan (Atom)

