To : ka dokter
Hello.. ka…..
Lama sekali kita tidak bertegur sapa. Apa kabar kaka?
ketika chat terakhir kita bahkan aku tidak sempat menanyakan kabar kaka. Tapi aku selalu berharap dan yakin kalau kaka di sana dalam kondisi yang baik-baik saja.
akhir-akhir ini banyak sekali orang yang tidak sengaja malah membuat aku teringat pada kaka.
Mulai dari sahabat kaka yang tiba-tiba chat ke aku. Sampai segala kejadian yang benar-benar membuat aku teringat pada kaka.
hari jumat lalu, ada seorang anonym menulis sebuah question dan mengirimkan pada akun ask.fm aku ka. Anonym itu menanyakan padaku “ka, hari minggu kosong ga :D? “
aku baru melihat question itu hari minggu sore.
kaka tau sesuatu? Aku berharap queston itu dari kaka. Entahlah, aku sering sekali mendapat question seperti itu dari anonym yang lain tapi rasanya question ini berbeda. Emot yang dia pakai di akhir kalimat, seperti emot yang selalu kaka pakai di akhir kalimat saat kita sedang chat.
aku berharap itu kaka..
Tapi aku baru menyadari sesuatu,
bukankah kaka sudah tidak lagi peduli pada aku?
bahkan mungkin kaka udah tidak ada niat sedikitpun untuk ada kontak dengan ku, benar?
oh mungkin juga kaka udah ga ingiin kenal lagi sama aku?
Ya aku bisa melihat itu dari percakapan terakhir kita.
aku sengaja memberitahu kaka tentang semua kondisi aku, bahkan kondisi terburuk aku sekalipun.
mungkin kaka berfikir aku mencari perhatian dari kondisi seperti itu seperti kebanyakan orang lain berpikir, tapi aku sama sekali tidak punya niat untuk di perhatikan oleh kaka dengan kondisi seperti itu.
Apakah kaka mengerti jika seseorang telah jujur menceritakan semua kondisinya bahkan sampai kondisi terburuk artinya orang itu telah benar-benar mempercayai kaka?
Ya aku mempercayai kaka.
kata dokter, aku ini anak spesial ka.
tidak semua orang bisa menerima kondisi aku termasuk kaka.
aku udah banyak kehilangan teman, hanya karna mereka tau kondisi terburukku dan mereka berfikir aku ingin mencari perhatian mereka. Itu alasan yang paling sering ku dengar. Jadi aku udah siap mendengar alasan itu lagi ketika nanti kaka meninggalkan aku juga. Mmm aku udah mulai terbiasa dengan kondisi seperti ini ka.
Aku ingin ngeliat seberapa banyak ketulusan kaka, aku ingin ngeliat seberapa setia kaka.
ternyata………….
kaka sama seperti kebanyakan orang. Pergi meninggalkanku ketika aku memberi tahu kondisi terburuk aku.
tidak apa-apa ka. Aku tidak marah sama kaka, itu hak.
Hak kaka untuk memilih bertahan atau pergi. Dan kaka memutuskan untuk pergi. Silahkan pergi ka, aku tidak akan menahan kaka untuk tetap di samping aku. Aku tidak mungkin memaksa kaka tetap tinggal tapi hati kaka ingin pergi menjauh dari aku.
it’s oke ka, aku sudah terbiasa.
Semangat ya dines di rumah sakitnya. Jadilah dokter yang paling hebat.
semoga kaka bisa menolong banyak sekali anak-anak spesial, supaya mereka tidak merasakan rasanya di tinggalkan teman karna kondisi terburuk mereka.
selamat berjuang kaka dokter,
Selamat bertugas di rumah sakit ,ka dokter.
semangatlah menyembuhkan banyak anak-anak spesial di luar sana, jangan pernah berfikir kaka hanya bisa menyembuhkan seseorang.
ka dokter, ketika kaka menyembuhkan satu orang anak, kaka telah membuka satu buah mimpi kehidupan.
bangkitkan mimpi anak-anak itu ya ka dokter, bukakan pintu yang lebar untuk mereka bisa melihat masa depan.
Kamu di berikan jalan untuk menjadi kaki tangan Tuhan.
kamu adalah calon penyelamat mimpi banyak anak. Berjuanglah, belajarlah dengan giat.
walau kamu tidak akan pernah tau bagaimana menyakitkan dan menderitanya menjadi anak spesial. Setidaknya kamu tahu bagaimana cara menyembuhkan dan membuat mereka berani mempunyai mimpi untuk masa depan yang lebih baik
sincerely
anak kecil yang selalu menyusahkanmu
Selamat datang.. post ini belum tentu tentang saya.. tanyakan apapun pada saya di http://ask.fm/debrinot12 ..selamat membaca :*
Selasa, 23 Juni 2015
Senin, 22 Juni 2015
Bandung-Bali
Udah lama kita ga ketemu, apa kabar kamu?
Aku bahkan ga tau kamu di sana dalam kondisi yang bahagia atau sebaliknya.
aku bahkan sedikitpun ga pernah denger berita tentang kamu. Itu bagus sih sebenernya, jadi aku ga perlu teralu mikirin kamu yang jauh di sana.
Tapi hari ini rasanya hati aku ga tenang. Tiba-tiba kepikiran kamu.
jarak kita sekarang semakin jauh bandung-bali. Waktu kita masih satu kota aja aku udah mulai kehilangan kabar kamu, di tambah lagi sekarang kita beda pulau.
hari ini rasanya aku cemas sekali, bagaimana keadaanmu? Perasaanku benar-benar tidak enak. Sungguh.
Ingin sekali aku kontak kamu, ingin sekali aku menelpon-mu hanya sekedar untuk menanyakan bagaimana kondisimu. Tapi kamu sudah mengganti semua nomor dan me-nonaktifkan semua akun media sosialmu. Bagaimana caranya aku bisa menghubungimu?
Aku hanya bisa menuliskan semua perasaan resah ini, aku yakin kamu selalu membaca setiap post yang aku tulis di sini. Iya kan? Hanya melalui blog ini, aku bisa mengungkapkan perasaan aku untuk kamu. Kamu bisa membaca semuanya sekarang, kamu bisa tau apa yang aku rasakan sekarang.
tapi tidak dengan aku.. ini tidak adil..
aku bahkan tidak tau apa perasaanmu setiap membaca seluruh postku tentang kamu, aku bahkan tidak akan pernah tau bagaimana kabar dan keadaanmu di sana.
Tapi setiap malam aku selalu membicarakanmu dengan Tuhan. Aku sebut kamu selalu dalam setiap lantunan doaku.
aku berharap kamu disana dalam keadaan sehat, dalam kondisi yang bahagia juga.
setelah kejadian tempo hari dulu, rasanya ingin sekali aku kehilangan seluruh ingatanku. Tapi ternyata aku malah benar-benar kehilangan sosokmu.
Aku kadang merindukanmu.
mengapa akhir cerita indah kita dulu harus berakhir seperti ini. Ini bukan ending yang aku inginkan.
tapi kenyataan berkata lain, kita memang di takdirkan seperti ini berjauhan tanpa memberikan kabar satu sama lain. bandung-bali..
Apakah kamu tahu sesuatu? Aku sekarang sedang menginjakan kaki di bali. Di tempat terindah saksi bisu cerita kita, cerita indah kita dulu ketika sama-sama berlibur di sini. Kini bali tetap menjadi pulau indah, walau suasananya berbeda.
Ketika pesawatku mendarat di bali, aku memejamkan mataku, aku berucap dalam hati ‘dapatkah kita bertemu lagi?’
Aku selalu berharap bisa menemukanmu di setiap tempat yang aku kunjungi di sini. Tapi mungkin itu hanya hayalan saja, bagaimana bisa aku menemukanmu di tempat seluas ini.
jadi ini tempat yang kau pilih? Mengapa kamu memilih bali? Padahal ini adalah tempat yang pasti akan mengingatkan kamu pada cerita kita dulu.
aku menceritakan kamu pada saudara sepupuku namanya dr.novi, aku menceritakan kabar terakhir yang ku dengar kalau kamu sedang tugas di salah satu rumah sakit di daerah kalungkung ,bali. Tak menyangka ternyata saudaraku bekerja di rumah sakit yang sama dengan kamu. Tanpa pikir panjang tadi kita langsung menuju rumah sakit itu, agak jauh rupanya. Aku sangat senang saat itu, membayangkan bisa memandang wajahmu yang sudah sangat lama tidak ku lihat.
Sesampainya di sana, aku sangat antusias. aku tidak sabar, rindu yang selama ini ku pendam akan segera berakhir. Aku dan beberapa teman dr.novi menyusuri koridor demi koridor untuk mencapai tempat dokter-dokter magang berkumpul.
Langkah demi langkah semakin membuat aku gugup.
Kami bertemu dengan salah seorang mahasiswa kedokteran asal Jakarta, mungkin juga dia temanmu. Setelah dr.novi menanyakan keberadaanmu, temanmu itu menjawab sesuatu yang tiba-tiba membuat aku ingin sekali menangis. ‘oohh dia baru aja pulang ke bandung dok, tadi pesawatnya sekitar jam set 8’
Tuhan……… rasanya aku ingin sekali berteriak.. “bagaimana bisa kebetulan begini?!”
lucu yah! Bahkan waktu pun ga ingin kita bertemu, bagaimana bisa kamu berangkat 3 jam setelah kedatangan aku? Bandung-bali.
Mungkin sekarang kamu baca post aku. Sekarang rasanya bali ga seindah dulu.
Rasanya di bali aku sedih mulu, malah jadi sering keingetan kamu. Ia ia aku tahu dulu emang aku yang minta supaya kita ga ketemu lagi, tapi tidak pernahkan kamu sedikitpun merasakan rindu? tidak terpikirkah olehmu untuk melakukan sebuah temu? Tidak pernahkah terbersit di otak kamu untuk sekedar menanyakan kabar aku? Apakah rasa yang kau punya selama ini untukku hilang begitu saja?
Oke baiklah. Mungkin sekarang memang aku harus berjalan kembali mengikuti arus, aku tidak mungkin lagi berjuang sendirian melawan arus.. ya aku tau everything it’s over………..
.
bandung-bali :")
Aku bahkan ga tau kamu di sana dalam kondisi yang bahagia atau sebaliknya.
aku bahkan sedikitpun ga pernah denger berita tentang kamu. Itu bagus sih sebenernya, jadi aku ga perlu teralu mikirin kamu yang jauh di sana.
Tapi hari ini rasanya hati aku ga tenang. Tiba-tiba kepikiran kamu.
jarak kita sekarang semakin jauh bandung-bali. Waktu kita masih satu kota aja aku udah mulai kehilangan kabar kamu, di tambah lagi sekarang kita beda pulau.
hari ini rasanya aku cemas sekali, bagaimana keadaanmu? Perasaanku benar-benar tidak enak. Sungguh.
Ingin sekali aku kontak kamu, ingin sekali aku menelpon-mu hanya sekedar untuk menanyakan bagaimana kondisimu. Tapi kamu sudah mengganti semua nomor dan me-nonaktifkan semua akun media sosialmu. Bagaimana caranya aku bisa menghubungimu?
Aku hanya bisa menuliskan semua perasaan resah ini, aku yakin kamu selalu membaca setiap post yang aku tulis di sini. Iya kan? Hanya melalui blog ini, aku bisa mengungkapkan perasaan aku untuk kamu. Kamu bisa membaca semuanya sekarang, kamu bisa tau apa yang aku rasakan sekarang.
tapi tidak dengan aku.. ini tidak adil..
aku bahkan tidak tau apa perasaanmu setiap membaca seluruh postku tentang kamu, aku bahkan tidak akan pernah tau bagaimana kabar dan keadaanmu di sana.
Tapi setiap malam aku selalu membicarakanmu dengan Tuhan. Aku sebut kamu selalu dalam setiap lantunan doaku.
aku berharap kamu disana dalam keadaan sehat, dalam kondisi yang bahagia juga.
setelah kejadian tempo hari dulu, rasanya ingin sekali aku kehilangan seluruh ingatanku. Tapi ternyata aku malah benar-benar kehilangan sosokmu.
Aku kadang merindukanmu.
mengapa akhir cerita indah kita dulu harus berakhir seperti ini. Ini bukan ending yang aku inginkan.
tapi kenyataan berkata lain, kita memang di takdirkan seperti ini berjauhan tanpa memberikan kabar satu sama lain. bandung-bali..
Apakah kamu tahu sesuatu? Aku sekarang sedang menginjakan kaki di bali. Di tempat terindah saksi bisu cerita kita, cerita indah kita dulu ketika sama-sama berlibur di sini. Kini bali tetap menjadi pulau indah, walau suasananya berbeda.
Ketika pesawatku mendarat di bali, aku memejamkan mataku, aku berucap dalam hati ‘dapatkah kita bertemu lagi?’
Aku selalu berharap bisa menemukanmu di setiap tempat yang aku kunjungi di sini. Tapi mungkin itu hanya hayalan saja, bagaimana bisa aku menemukanmu di tempat seluas ini.
jadi ini tempat yang kau pilih? Mengapa kamu memilih bali? Padahal ini adalah tempat yang pasti akan mengingatkan kamu pada cerita kita dulu.
aku menceritakan kamu pada saudara sepupuku namanya dr.novi, aku menceritakan kabar terakhir yang ku dengar kalau kamu sedang tugas di salah satu rumah sakit di daerah kalungkung ,bali. Tak menyangka ternyata saudaraku bekerja di rumah sakit yang sama dengan kamu. Tanpa pikir panjang tadi kita langsung menuju rumah sakit itu, agak jauh rupanya. Aku sangat senang saat itu, membayangkan bisa memandang wajahmu yang sudah sangat lama tidak ku lihat.
Sesampainya di sana, aku sangat antusias. aku tidak sabar, rindu yang selama ini ku pendam akan segera berakhir. Aku dan beberapa teman dr.novi menyusuri koridor demi koridor untuk mencapai tempat dokter-dokter magang berkumpul.
Langkah demi langkah semakin membuat aku gugup.
Kami bertemu dengan salah seorang mahasiswa kedokteran asal Jakarta, mungkin juga dia temanmu. Setelah dr.novi menanyakan keberadaanmu, temanmu itu menjawab sesuatu yang tiba-tiba membuat aku ingin sekali menangis. ‘oohh dia baru aja pulang ke bandung dok, tadi pesawatnya sekitar jam set 8’
Tuhan……… rasanya aku ingin sekali berteriak.. “bagaimana bisa kebetulan begini?!”
lucu yah! Bahkan waktu pun ga ingin kita bertemu, bagaimana bisa kamu berangkat 3 jam setelah kedatangan aku? Bandung-bali.
Mungkin sekarang kamu baca post aku. Sekarang rasanya bali ga seindah dulu.
Rasanya di bali aku sedih mulu, malah jadi sering keingetan kamu. Ia ia aku tahu dulu emang aku yang minta supaya kita ga ketemu lagi, tapi tidak pernahkan kamu sedikitpun merasakan rindu? tidak terpikirkah olehmu untuk melakukan sebuah temu? Tidak pernahkah terbersit di otak kamu untuk sekedar menanyakan kabar aku? Apakah rasa yang kau punya selama ini untukku hilang begitu saja?
Oke baiklah. Mungkin sekarang memang aku harus berjalan kembali mengikuti arus, aku tidak mungkin lagi berjuang sendirian melawan arus.. ya aku tau everything it’s over………..
.
bandung-bali :")
397 hari setelah perpisahan
397 hari setelah perpisahan..
Hai.. hari ini tepat 397 setelah perpisahan kita
bagaimana keadaanmu sekarang?
Hari ini aku sedang berada di tempat pertama kali kita dekat.
aku merindukanmu dan aku memutuskan untuk membuat post ini untuk kamu.
setelah perpisahan kita dulu, aku pikir aku akan menemukan pria lain yang jauh lebih baik dari kamu.
kamu mungkin sering melihat aku jalan dengan pria lain, atau mungkin kamu melihat foto-foto di instagram aku dengan pria lain selain kamu.
tapi sejujurnya belum pernah ada pria yang bisa menggantikan posisimu di hati ini.
aku masih selalu teringat segala peristiwa aku dengan kamu.
aku masih sering mendengarkan lagu-lagu kita dulu.
Aku merindukanmu dan akan selalu merindukanmu. Aku berharap 1 tahun lebih ini aku dapat terbiasa hidup tanpa kamu. tapi nyatanya tidak, sudah satu tahun lebih setelah perpisahan kita, aku masih harus mengakui bahwa aku belum terbiasa hidup tanpa kamu. aku terlalu bergantung pada kamu, semenjak perpisahan kita saat itu aku selalu kelimpungan dengan hal-hal yang harus aku lakukan sendiri tanpa bantuan kamu lagi.
Aku menyadari bahwa aku tidak akan mampu untuk berjalan sendirian tanpa kamu. dan kamu paham akan hal itu.
Terima kasih untuk tetap selalu melihat ke arahku, dan terima kasih untuk tetap selalu memastikan bahwa aku baik-baik saja.
kita memang beberapa kali bertemu, pergi ke gereja bareng atau bahkan hanya untuk sekedar makan bersama. Aku percaya bahwa kamu tidak akan pernah benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri.
Aku ingat betul pertemuan terakhir kita, kamu akan pergi ke tempat yang ‘berbahaya’ bersama teman-temanmu dan aku meminta ikut bersama kalian. Aku tahu ini permintaan bodoh pada saat itu, sebenarnya aku ragu untuk meminta ikut bersama kalian, karna berbagai resiko yang mungkin akan mengancam nyawa aku juga nyawa kalian. Tapi aku ingin liat, seberapa besar rasa kamu untuk ingin tetap menjaga aku dari bahaya. Awalnya kamu dan teman-temanmu akan tetap mengantar aku pulang, tetapi karna aku terus memaksa akhirnya kalian memperbolehkan aku ikut. Ada rasa ragu dalam hati. Apakah semua akan baik-baik saja.
Di perjalanan menuju tempat itu, kamu sempat menanyakan seorang pria yang dulu pernah dekat denganku. Kamu dengan polosnya berkata “kenapa sih mantan kamu harus sesempurna itu? Cowok lain yang ngedeketin kamu jadi minder tau”
aku tidak tahu siapa ‘cowok lain’ yang kamu maksud itu, apakah itu maksudnya kamu?
ketika sampai di tempat yang kalian tuju, kamu selalu meminta aku untuk tetap berjalan di sampingmu.
hanya dengan kamu memperlakukan aku seperti itu saja aku merasa sangat aman. Aku merasa tidak ada lagi yang perlu aku takuti. Hari itu semua berjalan dengan aman, tidak ada yang berani menyentuhku apalagi sampai berbuat kasar padaku. dan itu berkat kamu..
Ketika perjalanan pulang hujan turun dengan sangat lebat saat itu kau mengendarai sepeda motormu aku hanya menggunakan jaket tipis jadi kamu meminjamkan jas hujanmu saat itu kamu rela kebasahan yang penting aku tidak sakit lagi itu ucapmu, kita bernyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan seperti orang kegilaan. kita menyanyi keras-keras
“jangan cintai aku apa adanya…jaaaaangan. Tuntutlah sesuatu biar kita jalan kedepan~~”
lagu dari tulus-jangan cintai aku apa adanya yang sampai saat ini masih menjadi lagu yang selalu aku dengarkan, terlebih ketika aku merindukanmu.
Apakah kamu tahu? Selama ini tidak pernah ada pria yang membuat aku merasa aman saat di dekatnya, kecuali kamu.
selama ini aku beberapa kali dekat dengan pria, tapi mereka hanya datang dan pergi sesuka hati mereka.
aku sering kali membandingkan setiap pria dengan kamu, entah kapan aku bisa berhenti membanding-bandingkanmu dengan pria lain.
tapi pada akhirnya aku tetap selalu memilih kamu.
Mungkin ini terdengar sedikit gila, tapi itulah yang terjadi.
selalu kamu lagi kamu lagi.
1 tahun lebih setelah perpisahan, aku mendengar kamu banyak dekat dengan beberapa wanita. Tapi tidak ada satupun yang jadi.
apakah luka yang kau rasakan semenjak itu belum sembuh juga?
apakah setiap wanita kamu banding-bandingkan juga dengan aku?
apakah kamu juga masih bergantung padaku?
apakah kita mungkin masih memiliki rasa yang sama?
Dari :
“adik” yang selalu berusaha kau lindungi
Hai.. hari ini tepat 397 setelah perpisahan kita
bagaimana keadaanmu sekarang?
Hari ini aku sedang berada di tempat pertama kali kita dekat.
aku merindukanmu dan aku memutuskan untuk membuat post ini untuk kamu.
setelah perpisahan kita dulu, aku pikir aku akan menemukan pria lain yang jauh lebih baik dari kamu.
kamu mungkin sering melihat aku jalan dengan pria lain, atau mungkin kamu melihat foto-foto di instagram aku dengan pria lain selain kamu.
tapi sejujurnya belum pernah ada pria yang bisa menggantikan posisimu di hati ini.
aku masih selalu teringat segala peristiwa aku dengan kamu.
aku masih sering mendengarkan lagu-lagu kita dulu.
Aku merindukanmu dan akan selalu merindukanmu. Aku berharap 1 tahun lebih ini aku dapat terbiasa hidup tanpa kamu. tapi nyatanya tidak, sudah satu tahun lebih setelah perpisahan kita, aku masih harus mengakui bahwa aku belum terbiasa hidup tanpa kamu. aku terlalu bergantung pada kamu, semenjak perpisahan kita saat itu aku selalu kelimpungan dengan hal-hal yang harus aku lakukan sendiri tanpa bantuan kamu lagi.
Aku menyadari bahwa aku tidak akan mampu untuk berjalan sendirian tanpa kamu. dan kamu paham akan hal itu.
Terima kasih untuk tetap selalu melihat ke arahku, dan terima kasih untuk tetap selalu memastikan bahwa aku baik-baik saja.
kita memang beberapa kali bertemu, pergi ke gereja bareng atau bahkan hanya untuk sekedar makan bersama. Aku percaya bahwa kamu tidak akan pernah benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri.
Aku ingat betul pertemuan terakhir kita, kamu akan pergi ke tempat yang ‘berbahaya’ bersama teman-temanmu dan aku meminta ikut bersama kalian. Aku tahu ini permintaan bodoh pada saat itu, sebenarnya aku ragu untuk meminta ikut bersama kalian, karna berbagai resiko yang mungkin akan mengancam nyawa aku juga nyawa kalian. Tapi aku ingin liat, seberapa besar rasa kamu untuk ingin tetap menjaga aku dari bahaya. Awalnya kamu dan teman-temanmu akan tetap mengantar aku pulang, tetapi karna aku terus memaksa akhirnya kalian memperbolehkan aku ikut. Ada rasa ragu dalam hati. Apakah semua akan baik-baik saja.
Di perjalanan menuju tempat itu, kamu sempat menanyakan seorang pria yang dulu pernah dekat denganku. Kamu dengan polosnya berkata “kenapa sih mantan kamu harus sesempurna itu? Cowok lain yang ngedeketin kamu jadi minder tau”
aku tidak tahu siapa ‘cowok lain’ yang kamu maksud itu, apakah itu maksudnya kamu?
ketika sampai di tempat yang kalian tuju, kamu selalu meminta aku untuk tetap berjalan di sampingmu.
hanya dengan kamu memperlakukan aku seperti itu saja aku merasa sangat aman. Aku merasa tidak ada lagi yang perlu aku takuti. Hari itu semua berjalan dengan aman, tidak ada yang berani menyentuhku apalagi sampai berbuat kasar padaku. dan itu berkat kamu..
Ketika perjalanan pulang hujan turun dengan sangat lebat saat itu kau mengendarai sepeda motormu aku hanya menggunakan jaket tipis jadi kamu meminjamkan jas hujanmu saat itu kamu rela kebasahan yang penting aku tidak sakit lagi itu ucapmu, kita bernyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan seperti orang kegilaan. kita menyanyi keras-keras
“jangan cintai aku apa adanya…jaaaaangan. Tuntutlah sesuatu biar kita jalan kedepan~~”
lagu dari tulus-jangan cintai aku apa adanya yang sampai saat ini masih menjadi lagu yang selalu aku dengarkan, terlebih ketika aku merindukanmu.
Apakah kamu tahu? Selama ini tidak pernah ada pria yang membuat aku merasa aman saat di dekatnya, kecuali kamu.
selama ini aku beberapa kali dekat dengan pria, tapi mereka hanya datang dan pergi sesuka hati mereka.
aku sering kali membandingkan setiap pria dengan kamu, entah kapan aku bisa berhenti membanding-bandingkanmu dengan pria lain.
tapi pada akhirnya aku tetap selalu memilih kamu.
Mungkin ini terdengar sedikit gila, tapi itulah yang terjadi.
selalu kamu lagi kamu lagi.
1 tahun lebih setelah perpisahan, aku mendengar kamu banyak dekat dengan beberapa wanita. Tapi tidak ada satupun yang jadi.
apakah luka yang kau rasakan semenjak itu belum sembuh juga?
apakah setiap wanita kamu banding-bandingkan juga dengan aku?
apakah kamu juga masih bergantung padaku?
apakah kita mungkin masih memiliki rasa yang sama?
Dari :
“adik” yang selalu berusaha kau lindungi
Sabtu, 21 Februari 2015
hai pembenci
Hai para pembenci yang selalu setia berkomentar tentang hidup orang lain..
Setiap orang di dunia ini pasti pernah punya ‘pembenci’, pembenci adalah orang yang tidak suka, atau tidak senang dengan apapun atau suatu hal pada seseorang.
Jujur yah, siapa sih yang suka di benci? Ga ada!
Ga ada satu orang pun yang mau di benci, semua orang ingin kehadirannya di sukai, di cintai, di terima oleh semua orang.
tapi ini hidup, ini bukan surga. di dunia ga semua hal bisa di terima, pasti ada yang di benci. Apapun itu. Di benci itu menyakitkan, di benci itu bagai sebuah tamparan hebat untuk semua orang.
Seperti halnya aku, aku manusia biasanya. Aku tau ga semua orang suka sama diri aku ini. Aku pasti punya ‘pembenci’, orang-orang sirik, maupun orang-orang yang berusaha menjatuhkan aku.
padahal aku hanya orang biasa, aku bukan artis, aku bukan orang terkenal, tapi aku punya pembenci. Hebat sekali bukan :D
Tapi aku berterima kasih kepada siapapun orang yang telah menjadi ‘pembenci’ ku dan orang-orang yang sirik sama hidup aku.
karna mereka, aku sekarang sadar kalau aku ini spesial. Aku punya sesuatu yang spesial yang tidak di punyai oleh mereka. Mereka menjadi pemenciku mungkin karna mereka sirik, mereka tidak bisa menjadi seperti aku.
Aku beruntung, aku bahagia.
aku punya orang-orang yang sangat menyayangi aku. Orang-orang yang mendukung aku. Jadi ketika ‘pembenci’ ku mulai bercuap-cuap entah di kehidupan sehari-hari ataupun di media sosial, orang-orang yang menyayangiku akan berdiri paling depan untuk membelaku, walau aku tidak pernah minta di bela. Tapi ya itulah orang-orang yang menyangiku mereka bagaikan malaikat pelindung di hidupku.
Ketika para pembenciku menjelek-jelekkan ku kepada semua orang. Orang-orang yang menyayangiku tidak pernah meninggalkan aku, tidak pergi dari hidup aku. Walau semua hal jelek tentang diriku di umbar-umbar oleh para ‘pembenci’ di media sosial ataupun kehidupan sehari-hari.
Sebenarnya,para ‘pembenci’ mereka tidak pernah tau siapa diri aku sebenarnya. Mereka berbuat seperti itu hanya karna sirik. Mereka mungkin tidak punya teman seperti teman-temanku, tidak punya kehidupan yang begitu indah seperti hidupku.
Sebenarnya jujur aku kasian dengan para ‘pembenci’, mereka tuh terlalu sibuk membenci, mencemooh . menjelek-jelekkan hidup orang lain. Tanpa mereka sadari bahwa mereka juga punya kehidupan sendiri yg harus mereka urus. Mereka terlalu asik mengusik hidupku sehingga mungkin saja mereka tidak sadar bahwa hidupnya juga menarik.
Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Semua hidup orang pasti asik dan menarik kok, bagaimana kita juga melihat kondisi tersebut. Tapi jika hidup di habiskan hanya untuk mengusik, sirik pada hidup orang bagaimana bisa sadar bahwa hidup indah. Yang ada menggap bahwa hidup para pembenci itu gitu-gitu aja, banyak beban dll..
Hidup itu keras bro!! kalau terus-terusan di bawa beban, hati busuk, pikiran kotor, mulut udah macam tong sampah. Gimana mau bahagia?? Hidup itu ya nikmatin ajalah, syukurin apa yang udah di punya.. jangan sibuk komentarin hidup orang lain deh.. kita tuh punya jalan yang berbeda.
Aku tau, mungkin hidup aku lebih bahagia, lebih seneng dari pada kalian para ‘pembenci’. Makanya kalian sirik gitu?? Aku ini manusia juga, aku pasti punya masalah sama kaya kalian tapi ya aku sih positive aja, aku ga pernah tuh ngusik hidup orang, apalagi jadi pembenci seperti kalian. Lagian untuk apa sih ngusik hidup orang? Aku tuh udah terlalu sibuk mencintai semua orang yang mencintai aku, jadi maaf aku ga ada waktu untuk membenci orang yang membenci aku..
aku bahagia banget sama hidup aku sekarang, sumpah ya ini hidup paling sempurna mungkin di dunia ini.
Banyak orang yang sayang sama aku. Kalian para ‘pembenci’ yang sebenrnya ngebuka mata aku, kalau aku punya banyak orang-orang, sahabat, teman dekat cowok, dan keluarga yang luar biasa. Mereka mencintai aku juga dengan cinta yang luar biasa.
Hei kalian para pembenci, sadarlah hidup kalian juga indah. Jika kalian berhenti sirik, dan mengusik hidup orang lain. Kalian tau rasanya di benci? Atau kalian terlalu banyak yang membenci sehingga kalian melakukan ini juga padaku? HAHA
kasian amat..
gini deh ya,
‘pembenci’, kalian ga punya temen? Atau sangat sedikit orang yang menyayangi kalian?
ya itu salah kalian,
inget, kalau kalian meencintai, maka kalian akan di cintai. kalau kalian membenci, kalian akan di benci.
jadi mungkin kalian terlalu sering dan terlalu sibuk membenci hidup orang, makanya hidup kamu juga di benci. Tau hukum karma? Iya hukum karma itu ada, dia selalu bekerja!
Lakukanlah hal yang baik, maka kamu akan mendapat yang baik juga..
kalian melakukan yang buruk atau kalian jahatin aku, aku diem kok, aku senyum. Biar karma aja yang melakukan tugasnya.
Maaf, bukan aku ngedoain. Tapi sekali lagi ini dunia bro, hukum alam yang berjalan di sini.
Masih mau sirik dan ngusik hidup orang? Silahkan….
Tapi inget ini…
Barang siapa, membenci, suatu saat dia akan di benci.
barang siapa, membully suatu saat dia akan di bully.
barang siapa, memfitnah suatu saat dia akan di fitnah.
barang siap menipu, suatu saat dia akan di tipu.
begitu seterusnya……………..
Ingatlah, dunia itu tidak diam, dunia selalu berputar. Akan ada saatnya apa yang kamu lakukan pada aku atau siapapun maka akan kamu terima juga suatu saat pada dirimu atau keluargamu..
Hukum karma berlaku. Berhati-hatilah..
Selamat menjadi PEMBENCI-KU,
dan Selamat bersenang-senang karna karmamu sedang dalam perjalanan *senyum*
Setiap orang di dunia ini pasti pernah punya ‘pembenci’, pembenci adalah orang yang tidak suka, atau tidak senang dengan apapun atau suatu hal pada seseorang.
Jujur yah, siapa sih yang suka di benci? Ga ada!
Ga ada satu orang pun yang mau di benci, semua orang ingin kehadirannya di sukai, di cintai, di terima oleh semua orang.
tapi ini hidup, ini bukan surga. di dunia ga semua hal bisa di terima, pasti ada yang di benci. Apapun itu. Di benci itu menyakitkan, di benci itu bagai sebuah tamparan hebat untuk semua orang.
Seperti halnya aku, aku manusia biasanya. Aku tau ga semua orang suka sama diri aku ini. Aku pasti punya ‘pembenci’, orang-orang sirik, maupun orang-orang yang berusaha menjatuhkan aku.
padahal aku hanya orang biasa, aku bukan artis, aku bukan orang terkenal, tapi aku punya pembenci. Hebat sekali bukan :D
Tapi aku berterima kasih kepada siapapun orang yang telah menjadi ‘pembenci’ ku dan orang-orang yang sirik sama hidup aku.
karna mereka, aku sekarang sadar kalau aku ini spesial. Aku punya sesuatu yang spesial yang tidak di punyai oleh mereka. Mereka menjadi pemenciku mungkin karna mereka sirik, mereka tidak bisa menjadi seperti aku.
Aku beruntung, aku bahagia.
aku punya orang-orang yang sangat menyayangi aku. Orang-orang yang mendukung aku. Jadi ketika ‘pembenci’ ku mulai bercuap-cuap entah di kehidupan sehari-hari ataupun di media sosial, orang-orang yang menyayangiku akan berdiri paling depan untuk membelaku, walau aku tidak pernah minta di bela. Tapi ya itulah orang-orang yang menyangiku mereka bagaikan malaikat pelindung di hidupku.
Ketika para pembenciku menjelek-jelekkan ku kepada semua orang. Orang-orang yang menyayangiku tidak pernah meninggalkan aku, tidak pergi dari hidup aku. Walau semua hal jelek tentang diriku di umbar-umbar oleh para ‘pembenci’ di media sosial ataupun kehidupan sehari-hari.
Sebenarnya,para ‘pembenci’ mereka tidak pernah tau siapa diri aku sebenarnya. Mereka berbuat seperti itu hanya karna sirik. Mereka mungkin tidak punya teman seperti teman-temanku, tidak punya kehidupan yang begitu indah seperti hidupku.
Sebenarnya jujur aku kasian dengan para ‘pembenci’, mereka tuh terlalu sibuk membenci, mencemooh . menjelek-jelekkan hidup orang lain. Tanpa mereka sadari bahwa mereka juga punya kehidupan sendiri yg harus mereka urus. Mereka terlalu asik mengusik hidupku sehingga mungkin saja mereka tidak sadar bahwa hidupnya juga menarik.
Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Semua hidup orang pasti asik dan menarik kok, bagaimana kita juga melihat kondisi tersebut. Tapi jika hidup di habiskan hanya untuk mengusik, sirik pada hidup orang bagaimana bisa sadar bahwa hidup indah. Yang ada menggap bahwa hidup para pembenci itu gitu-gitu aja, banyak beban dll..
Hidup itu keras bro!! kalau terus-terusan di bawa beban, hati busuk, pikiran kotor, mulut udah macam tong sampah. Gimana mau bahagia?? Hidup itu ya nikmatin ajalah, syukurin apa yang udah di punya.. jangan sibuk komentarin hidup orang lain deh.. kita tuh punya jalan yang berbeda.
Aku tau, mungkin hidup aku lebih bahagia, lebih seneng dari pada kalian para ‘pembenci’. Makanya kalian sirik gitu?? Aku ini manusia juga, aku pasti punya masalah sama kaya kalian tapi ya aku sih positive aja, aku ga pernah tuh ngusik hidup orang, apalagi jadi pembenci seperti kalian. Lagian untuk apa sih ngusik hidup orang? Aku tuh udah terlalu sibuk mencintai semua orang yang mencintai aku, jadi maaf aku ga ada waktu untuk membenci orang yang membenci aku..
aku bahagia banget sama hidup aku sekarang, sumpah ya ini hidup paling sempurna mungkin di dunia ini.
Banyak orang yang sayang sama aku. Kalian para ‘pembenci’ yang sebenrnya ngebuka mata aku, kalau aku punya banyak orang-orang, sahabat, teman dekat cowok, dan keluarga yang luar biasa. Mereka mencintai aku juga dengan cinta yang luar biasa.
Hei kalian para pembenci, sadarlah hidup kalian juga indah. Jika kalian berhenti sirik, dan mengusik hidup orang lain. Kalian tau rasanya di benci? Atau kalian terlalu banyak yang membenci sehingga kalian melakukan ini juga padaku? HAHA
kasian amat..
gini deh ya,
‘pembenci’, kalian ga punya temen? Atau sangat sedikit orang yang menyayangi kalian?
ya itu salah kalian,
inget, kalau kalian meencintai, maka kalian akan di cintai. kalau kalian membenci, kalian akan di benci.
jadi mungkin kalian terlalu sering dan terlalu sibuk membenci hidup orang, makanya hidup kamu juga di benci. Tau hukum karma? Iya hukum karma itu ada, dia selalu bekerja!
Lakukanlah hal yang baik, maka kamu akan mendapat yang baik juga..
kalian melakukan yang buruk atau kalian jahatin aku, aku diem kok, aku senyum. Biar karma aja yang melakukan tugasnya.
Maaf, bukan aku ngedoain. Tapi sekali lagi ini dunia bro, hukum alam yang berjalan di sini.
Masih mau sirik dan ngusik hidup orang? Silahkan….
Tapi inget ini…
Barang siapa, membenci, suatu saat dia akan di benci.
barang siapa, membully suatu saat dia akan di bully.
barang siapa, memfitnah suatu saat dia akan di fitnah.
barang siap menipu, suatu saat dia akan di tipu.
begitu seterusnya……………..
Ingatlah, dunia itu tidak diam, dunia selalu berputar. Akan ada saatnya apa yang kamu lakukan pada aku atau siapapun maka akan kamu terima juga suatu saat pada dirimu atau keluargamu..
Hukum karma berlaku. Berhati-hatilah..
Selamat menjadi PEMBENCI-KU,
dan Selamat bersenang-senang karna karmamu sedang dalam perjalanan *senyum*
Langganan:
Postingan (Atom)