Jumat, 10 Juli 2015

Dari adikmu yang selalu cengeng

Entah aku harus memulainya dari mana…

Entah perasaan apa yang seharusnya aku rasakan sekarang…

Harinya telah tiba, hari yang selama ini selalu membuat aku gelisah dan ketakutan akan kehilanganmu.
hari ini, mungkin akan menjadi hari yang paling aku benci seumur hidupku.

Hal yang paling tidak aku inginkan akhirnya terjadi hari ini !
Kamu pergi..

hari ini sebuah universitas negri telah mengeluarkan pengumuman penerimaan mahasiswa baru.
dan kamu dinyatakan ‘DITERIMA’ di salah satu universitas negri di luar sana.
“selamat” mungkin seharusnya kata itu yang aku ucapkan padamu saat ini.
tapi rasanya bibir ini begitu kelu untuk hanya mengucapkan kata itu,
bahkan hanya untuk sekedar mengetik pesan singkat kepadamu saja jari ini begitu kaku..

Kamu di terima di salah satu universitas negri yang aku tidak tahu di mana.
tapi teman-temanmu bilang kamu di terima di salah satu universitas negri di luar bandung. Tapi mereka tidak memberi tahu nama universitas dimana kamu akan melanjutkan.

Mereka meminta aku untuk bertanya langsung padamu. hmmm
rasanya lebih baik aku tidak tahu di mana kamu akan menuntut ilmu nantinya. Rasanya aku tidak perlu tahu!
ya…aku tidak perlu tahu..!

Aku sekarang harus benar-benar terbiasa untuk tidak bergantung padamu! Aku harus terbiasa, walau aku tidak yakin aku bisa.
karna selama ini aku benar-benar tidak bisa jauh dari kamu.

Teman-temanmu berkata aku berlebihan! Mereka tidak pernah mengerti.. mereka tidak pernah merasakan. Mereka tidak pernah tau bagaimana rasanya berada diposisiku sekarang.

Aku….aku terlalu bergantung padamu..

Kamu pasti akan mengerti betapa kehilangannya aku.. betapa menyakitkannya perasaan ini..

Kamu akan pergi, bukan untuk waktu yang sebentar. Dan ini tidak mudah bagiku.
tidak mudah untuk terbiasa hidup tanpamu!

Dulu kita janji untuk kuliah di universitas yang sama, tapi akhirnya aku memilih kuliah di bandung karna berbagai alasan. Lalu, tanpa aku ketahui kamu mendaftar di salah satu universitas di luar kota! Bodoh.. apa ini ?! kamu memang berniat untuk meninggalkan aku? HA?!!
Ini terlalu menyakitkan.. kehilangan seseorang yang sangat dekat untuk waktu yang lama.. sangat lama..
Hmmm..

Sekarang aku harus terbiasa menghadapi kerasnya dunia di luar sana tanpa bantuan kamu lagi.
sekarang aku ngerti kenapa beberapa bulan kemarin kamu sedikit menjauh, mungkin kamu ingin aku mulai terbiasa sedikit demi sedikit kehilangan sosokmu.
apakah kamu percaya aku dapat berdiri tegak sendirian tanpa bantuanmu?

Ketika ada orang asing mengangguku lagi, apa yang harus aku lakukan ketika tidak ada kamu di samping aku? menonjok mereka, seperti yang kamu lakukan dulu? Apakah aku mampu?

Ketika tiba-tiba aku sakit di suatu tempat dan kedua orang tuaku sedang sibuk bekerja, siapa orang pertama yang harus aku telpon untuk menjemputku tanpa harus menanyakan “kamu sakit apa deb?” ?

Ketika teman-teman pergi main, siapa yang harus aku tumpangi? Siapa yang dengan jelas tau kalau aku ga bisa naik motor dengan sangat ngebut karna itu bisa membuat badan aku membiru? Siapa yang dengan jelas tau alamat rumahku? Siapa yang dengan jelas tau kalau aku ga suka pakai helm? Siapa yang dengan jelas tau ketika hujan aku tidak pernah bawa jas hujan? Siapa  yang dengan jelas tau ketika hujan turun langsung minjemin aku jas hujan, dan dia pakai celana hujannya? SIAPA?

Ketika aku disalahkan, siapa yang percaya aku benar? Siapa yang menyuruh aku diam dan dia mati-matian ngebela aku di depan umum?

Ketika aku kebingungan siapa yang harus aku mintai tolong, siapa yang selalu ada di posisi pertama yang tulus memberikan aku pertolongan?

Ketika aku berjalan di suatu tempat, lalu ada “om-om” yang menggoda aku seperti waktu itu. Siapa yang akan menyuruh aku berjalan di sampingnya? Siapa yang akan membuat aku merasa aman? Siapa yang akan menjamin bahwa aku akan baik-baik saja ketika berada di sampingnya?

Ketika aku takut untuk masuk ICU, UGD, ataupun tempat menyeramkan di rumah sakit. Siapa yang akan menggandeng aku untuk berjalan memasuki ruangan itu lagi? siapa yang akan membuat aku merasa tenang?

Ketika aku sakit dan tidak bisa mengambil obat-obatan ku, siapa yang tahu posisi aku menaruh obat? Siapa yang tahu berapa obat yang harus aku minum? Dan siapa yang tahu obat mana yang harus aku minum pertama kali?

Ketika aku marah dan memilih pergi. Siapa orang yang akan menahan aku? Siapa orang mengejar aku? Siapa yang buat marah aku mereda? Siapa yang rela hujan-hujanan untuk mengejar aku dan menyuruh aku untuk tetap tinggal?

Ketika aku lelah belajar dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Siapa orang yang akan duduk di sebelah aku dan menyuruh aku tidur di meja samping dia?

Ketika macet di perjalanan, siapa yang akan selalu bilang ‘pantat aku sakit’ ? siapa yang akan menyanyi lagu keras-keras dengan aku lagi? dan siapa yang akan aku pijitin punggungnya karna capek menyetir?

Ketika aku belum di jemput. Siapa yang akan setia nemenin aku sampai aku di jemput? Siapa yang selalu ngomel tapi tidak pernah pergi ninggalin aku sendirian?

Ketika ada orang gila. Siapa yang tahu aku sangat takut pada orang gila? Siapa yang akan menyuruh aku tutup mata dan menuntuntun aku sampai melewati orang gila itu?

Ketika ada temanmu yang bercandain aku. Siapa yang akan marah? Siapa yang akan menyuruhku lagi untuk menonjoknya?

Ketika pergi dan aku lupa bawa jaket. siapa yang tau aku tidak bisa kedinginan? Dan siapa yang rela pulang ke rumahnya untuk sekedar membawa dan meminjamkan aku jaket?

Ketika kamu dapat menjawab dan menemukan siapa orang itu? Mungkin saat itu aku sudah terbiasa kehilangan sosokmu..

Entah kapan saat itu akan datang.. entah siapa orang yang akan menggantikan sosokmu itu..

Yang jelas.. saat ini aku belum terbiasa kehilangan sosokmu.

Oia, kamu dan teman-temanmu akan mengadakan farewell party, ya? Kamu mengirim sebuah pesan singkat yang sampai detik ini belum ku balas, dan aku pikir aku tidak akan pernah membalasnya.

Jika acara ini adalah sebuah ‘pesta perpisahan’ aku tidak akan pernah ikut! Aku tidak ingin ada sebuah kata pisah dari persahabatan kita.
berpestalah saja dengan teman-temanmu yang lain, aku akan memastikan bahwa aku tidak akan hadir di sana.

Selamat atas keterimanya kamu di universitas! Tumbuhlah menjadi pria yang semakin dewasa dan bijaksana. Tetaplah menjadi sahabat terbaik aku!
aku tidak mungkin melupakanmu.. jangan marah hanya karna aku tidak menghadiri acara itu, bukan berarti aku tidak ingin tapi karna aku tidak bisa.
dari pada aku merusak suasana karna tangisan cengengku, lebih baik aku di rumah saja dan berdoa yang terbaik untuk kamu.

Kamu tidak pernah bisa melihat aku nangis, kan? Aku tidak akan menunjukan tangisan cengengku di depanmu lagi.
ketika aku kuat menahan air mata untuk melihat kepergianmu nanti, aku pastikan aku akan datang dan mengantar kepergianmu nanti.

Tapi ketika aku belum kuat menahan air mata, aku tidak akan pernah datang.
Jangan menunggu aku, pergilah dan berangkatlah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Aku akan muncul di hadapanmu sebagai cewek yang kuat! Yang tidak cengeng di hadapanmu lagi.
sampai bertemu di waktu nanti…………..sahabat.. :’)
.
.
.
“karna dengan kamulah ada hari paling indah dalam hidup saya”



Dari 
Adik manismu yang selalu cengeng :’)

Selasa, 23 Juni 2015

dari adik yg selalu menyusahkanmu

To : ka dokter

Hello.. ka…..

Lama sekali kita tidak bertegur sapa. Apa kabar kaka?
ketika chat terakhir kita bahkan aku tidak sempat menanyakan kabar kaka. Tapi aku selalu berharap dan yakin kalau kaka di sana dalam kondisi yang baik-baik saja.
akhir-akhir ini banyak sekali orang yang tidak sengaja malah membuat aku teringat pada kaka.

Mulai dari sahabat kaka yang tiba-tiba chat ke aku. Sampai segala kejadian yang benar-benar membuat aku teringat pada kaka.
hari jumat lalu, ada seorang anonym menulis sebuah question dan mengirimkan pada akun ask.fm aku ka. Anonym itu menanyakan padaku “ka, hari minggu kosong ga :D? “
aku baru melihat question itu hari minggu sore.
kaka tau sesuatu? Aku berharap queston itu dari kaka. Entahlah, aku sering sekali mendapat question seperti itu dari anonym yang lain tapi rasanya question ini berbeda. Emot yang dia pakai di akhir kalimat, seperti emot  yang selalu kaka pakai di akhir kalimat saat kita sedang chat.
aku berharap itu kaka..

Tapi aku baru menyadari sesuatu,
bukankah kaka sudah tidak lagi peduli pada aku?
bahkan mungkin kaka udah tidak ada niat sedikitpun untuk ada kontak dengan ku, benar?
oh mungkin juga kaka udah ga ingiin kenal lagi sama aku?

Ya aku bisa melihat itu dari percakapan terakhir kita.
aku sengaja memberitahu kaka tentang semua kondisi aku, bahkan kondisi terburuk aku sekalipun.
mungkin kaka berfikir aku mencari perhatian dari kondisi seperti itu seperti kebanyakan orang lain berpikir, tapi aku sama sekali tidak punya niat untuk di perhatikan oleh kaka dengan kondisi seperti itu.

Apakah kaka mengerti jika seseorang telah jujur menceritakan semua kondisinya bahkan sampai kondisi terburuk artinya orang itu telah benar-benar mempercayai kaka?

Ya aku mempercayai kaka.
kata dokter, aku ini anak spesial ka.
tidak semua orang bisa menerima kondisi aku termasuk kaka.
aku udah banyak kehilangan teman, hanya karna mereka tau kondisi terburukku dan mereka berfikir aku ingin mencari perhatian mereka. Itu alasan yang paling sering ku dengar. Jadi aku udah siap mendengar alasan itu lagi ketika nanti kaka meninggalkan aku juga. Mmm aku udah mulai terbiasa dengan kondisi seperti ini ka.

Aku ingin ngeliat seberapa banyak ketulusan kaka, aku ingin ngeliat seberapa setia kaka.
ternyata………….
kaka sama seperti kebanyakan orang. Pergi meninggalkanku ketika aku memberi tahu kondisi terburuk aku.
tidak apa-apa ka. Aku tidak marah sama kaka, itu hak.

Hak kaka untuk memilih bertahan atau pergi. Dan kaka memutuskan untuk pergi. Silahkan pergi ka, aku tidak akan menahan kaka untuk tetap di samping aku. Aku tidak mungkin memaksa kaka tetap tinggal tapi hati kaka ingin pergi menjauh dari aku.
it’s oke ka, aku sudah terbiasa.

Semangat ya dines di rumah sakitnya. Jadilah dokter yang paling hebat.
semoga kaka bisa menolong banyak sekali anak-anak spesial, supaya mereka tidak merasakan rasanya di tinggalkan teman karna kondisi terburuk mereka.
selamat berjuang kaka dokter,

Selamat bertugas di rumah sakit ,ka dokter.
semangatlah menyembuhkan banyak anak-anak spesial di luar sana, jangan pernah berfikir kaka hanya bisa menyembuhkan seseorang.
ka dokter, ketika kaka menyembuhkan satu orang anak, kaka telah membuka satu buah mimpi kehidupan.
bangkitkan mimpi anak-anak itu ya ka dokter, bukakan pintu yang lebar untuk mereka bisa melihat masa depan.

Kamu di berikan jalan untuk menjadi kaki tangan Tuhan.
kamu adalah calon penyelamat mimpi banyak anak. Berjuanglah, belajarlah dengan giat.
walau kamu tidak akan pernah tau bagaimana menyakitkan dan menderitanya menjadi anak spesial. Setidaknya kamu tahu bagaimana cara menyembuhkan dan membuat mereka berani mempunyai mimpi untuk masa depan yang lebih baik


sincerely
anak kecil yang selalu menyusahkanmu

Senin, 22 Juni 2015

Bandung-Bali

Udah lama kita ga ketemu, apa kabar kamu?

Aku bahkan ga tau kamu di sana dalam kondisi yang bahagia atau sebaliknya.
aku bahkan sedikitpun ga pernah denger berita tentang kamu. Itu bagus sih sebenernya, jadi aku ga perlu teralu mikirin kamu yang jauh di sana.

Tapi hari ini rasanya hati aku ga tenang. Tiba-tiba kepikiran kamu.
jarak kita sekarang semakin jauh bandung-bali. Waktu kita masih satu kota aja aku udah mulai kehilangan kabar kamu, di tambah lagi sekarang kita beda pulau.
hari ini rasanya aku cemas sekali, bagaimana keadaanmu? Perasaanku benar-benar tidak enak. Sungguh.
Ingin sekali aku kontak kamu, ingin sekali aku menelpon-mu hanya sekedar untuk menanyakan bagaimana kondisimu. Tapi kamu sudah mengganti semua nomor dan me-nonaktifkan semua akun media sosialmu. Bagaimana caranya aku bisa menghubungimu?

Aku hanya bisa menuliskan semua perasaan resah ini, aku yakin kamu selalu membaca setiap post yang aku tulis di sini. Iya kan? Hanya melalui blog ini, aku bisa mengungkapkan perasaan aku untuk kamu. Kamu bisa membaca semuanya sekarang, kamu bisa tau apa yang aku rasakan sekarang.
tapi tidak dengan aku.. ini tidak adil..
aku bahkan tidak tau apa perasaanmu setiap membaca seluruh postku tentang kamu, aku bahkan tidak akan pernah tau bagaimana kabar dan keadaanmu di sana.

Tapi setiap malam aku selalu membicarakanmu dengan Tuhan. Aku sebut kamu selalu dalam setiap lantunan doaku.
aku berharap kamu disana dalam keadaan sehat, dalam kondisi yang bahagia juga.
setelah kejadian tempo hari dulu, rasanya ingin sekali aku kehilangan seluruh ingatanku. Tapi ternyata aku malah benar-benar kehilangan sosokmu.

Aku kadang merindukanmu.
mengapa akhir cerita indah kita dulu harus berakhir seperti ini. Ini bukan ending yang aku inginkan.
tapi kenyataan berkata lain, kita memang di takdirkan seperti ini berjauhan tanpa memberikan kabar satu sama lain. bandung-bali..

Apakah kamu tahu sesuatu? Aku sekarang sedang menginjakan kaki di bali. Di tempat terindah saksi bisu cerita kita, cerita indah kita dulu ketika sama-sama berlibur di sini. Kini bali tetap menjadi pulau indah, walau suasananya berbeda.

Ketika pesawatku mendarat di bali, aku memejamkan mataku, aku berucap dalam hati ‘dapatkah kita bertemu lagi?’

Aku selalu berharap bisa menemukanmu di setiap tempat yang aku kunjungi di sini. Tapi mungkin itu hanya hayalan saja, bagaimana bisa aku menemukanmu di tempat seluas ini.
jadi ini tempat yang kau pilih? Mengapa kamu memilih bali? Padahal ini adalah tempat yang pasti akan mengingatkan kamu pada cerita kita dulu.
 aku menceritakan kamu pada saudara sepupuku namanya dr.novi, aku menceritakan kabar terakhir yang ku dengar kalau kamu sedang tugas di salah satu rumah sakit di daerah kalungkung ,bali. Tak menyangka ternyata saudaraku bekerja di rumah sakit yang sama dengan kamu. Tanpa pikir panjang tadi kita langsung menuju rumah sakit itu, agak jauh rupanya. Aku sangat senang saat itu, membayangkan bisa memandang wajahmu yang sudah sangat lama tidak ku lihat.

Sesampainya di sana, aku sangat antusias. aku tidak sabar, rindu yang selama ini ku pendam akan segera berakhir. Aku dan beberapa teman dr.novi menyusuri koridor demi koridor untuk mencapai tempat dokter-dokter magang berkumpul.

Langkah demi langkah semakin membuat aku gugup.

Kami bertemu dengan salah seorang mahasiswa kedokteran asal Jakarta, mungkin juga dia temanmu. Setelah dr.novi menanyakan keberadaanmu, temanmu itu menjawab sesuatu yang tiba-tiba membuat aku ingin sekali menangis. ‘oohh dia baru aja pulang ke bandung dok, tadi pesawatnya sekitar jam set 8’

Tuhan……… rasanya aku ingin sekali berteriak.. “bagaimana bisa kebetulan begini?!”
lucu yah! Bahkan waktu pun ga ingin kita bertemu, bagaimana bisa kamu berangkat 3 jam setelah kedatangan aku?  Bandung-bali.
Mungkin sekarang kamu baca post aku. Sekarang rasanya bali ga seindah dulu.

Rasanya di bali aku sedih mulu, malah jadi sering keingetan kamu. Ia ia aku tahu dulu emang aku yang minta supaya kita ga ketemu lagi, tapi tidak pernahkan kamu sedikitpun merasakan rindu? tidak terpikirkah olehmu untuk melakukan sebuah temu? Tidak pernahkah terbersit di otak kamu untuk sekedar menanyakan kabar aku? Apakah rasa yang kau punya selama ini untukku hilang begitu saja?

Oke baiklah. Mungkin sekarang memang aku harus berjalan kembali mengikuti arus, aku tidak mungkin lagi berjuang sendirian melawan arus.. ya aku tau everything it’s over………..
.
bandung-bali :")

397 hari setelah perpisahan

397 hari setelah perpisahan..

Hai.. hari ini tepat 397 setelah perpisahan kita
bagaimana keadaanmu sekarang?

Hari ini aku sedang berada di tempat pertama kali kita dekat.
aku merindukanmu dan aku memutuskan untuk membuat post ini untuk kamu.
setelah perpisahan kita dulu, aku pikir aku akan menemukan pria lain yang jauh lebih baik dari kamu.

kamu mungkin sering melihat aku jalan dengan pria lain, atau mungkin kamu melihat foto-foto di instagram aku dengan pria lain selain kamu.
tapi sejujurnya belum pernah ada pria yang bisa menggantikan posisimu di hati ini.
aku masih selalu teringat segala peristiwa aku dengan kamu.
aku masih sering mendengarkan lagu-lagu kita dulu.

Aku merindukanmu dan akan selalu merindukanmu. Aku berharap 1 tahun lebih ini aku dapat terbiasa hidup tanpa kamu. tapi nyatanya tidak, sudah satu tahun lebih setelah perpisahan kita, aku masih harus mengakui bahwa aku belum terbiasa hidup tanpa kamu. aku terlalu bergantung pada kamu, semenjak perpisahan kita saat itu aku selalu kelimpungan dengan hal-hal yang harus aku lakukan sendiri tanpa bantuan kamu lagi.

Aku menyadari bahwa aku tidak akan mampu untuk berjalan sendirian tanpa kamu. dan kamu paham akan hal itu.
Terima kasih untuk tetap selalu melihat ke arahku, dan terima kasih untuk tetap selalu memastikan bahwa aku baik-baik saja.
kita memang beberapa kali bertemu, pergi ke gereja bareng atau bahkan hanya untuk sekedar makan bersama. Aku percaya bahwa kamu tidak akan pernah benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri.

Aku ingat betul pertemuan terakhir kita, kamu akan pergi ke tempat yang ‘berbahaya’ bersama teman-temanmu dan aku meminta ikut bersama kalian. Aku tahu ini permintaan bodoh pada saat itu, sebenarnya aku ragu untuk meminta ikut bersama kalian, karna berbagai resiko yang mungkin akan mengancam nyawa aku juga nyawa kalian. Tapi aku ingin liat, seberapa besar rasa kamu untuk ingin tetap menjaga aku dari bahaya. Awalnya kamu dan teman-temanmu akan tetap mengantar aku pulang, tetapi karna aku terus memaksa akhirnya kalian memperbolehkan aku ikut. Ada rasa ragu dalam hati. Apakah semua akan baik-baik saja.

Di perjalanan menuju tempat itu, kamu sempat menanyakan seorang pria yang dulu pernah dekat denganku. Kamu dengan polosnya berkata “kenapa sih mantan kamu harus sesempurna itu? Cowok lain yang ngedeketin kamu jadi minder tau”
 aku tidak tahu siapa ‘cowok lain’ yang kamu maksud itu, apakah itu maksudnya kamu?

ketika sampai di tempat yang kalian tuju, kamu selalu meminta aku untuk tetap berjalan di sampingmu.
hanya dengan kamu memperlakukan aku seperti itu saja aku merasa sangat aman. Aku merasa tidak ada lagi yang perlu aku takuti. Hari itu semua berjalan dengan aman, tidak ada yang berani menyentuhku apalagi sampai berbuat kasar padaku. dan itu berkat kamu..

Ketika perjalanan pulang hujan turun dengan sangat lebat saat itu kau mengendarai sepeda motormu aku hanya menggunakan jaket tipis jadi kamu meminjamkan jas hujanmu saat itu kamu rela kebasahan yang penting aku tidak sakit lagi itu ucapmu, kita bernyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan seperti orang kegilaan. kita menyanyi keras-keras
“jangan cintai aku apa adanya…jaaaaangan. Tuntutlah sesuatu biar kita jalan kedepan~~”
lagu dari tulus-jangan cintai aku apa adanya yang sampai saat ini masih menjadi lagu yang selalu aku dengarkan, terlebih ketika aku merindukanmu.

Apakah kamu tahu? Selama ini tidak pernah ada pria yang membuat aku merasa aman saat di dekatnya, kecuali kamu.
selama ini aku beberapa kali dekat dengan pria, tapi mereka hanya datang dan pergi sesuka hati mereka.
aku sering kali membandingkan setiap pria dengan kamu, entah kapan aku bisa berhenti membanding-bandingkanmu dengan pria lain.
tapi pada akhirnya aku tetap selalu memilih kamu.

Mungkin ini terdengar sedikit gila, tapi itulah yang terjadi.
selalu kamu lagi kamu lagi.

1 tahun lebih setelah perpisahan, aku mendengar kamu banyak dekat dengan beberapa wanita. Tapi tidak ada satupun yang jadi.

apakah luka yang kau rasakan semenjak itu belum sembuh juga?
apakah setiap wanita kamu banding-bandingkan juga dengan aku?
apakah kamu juga masih bergantung padaku?
apakah kita mungkin masih memiliki rasa yang sama?



Dari :
“adik” yang selalu berusaha kau lindungi

Sabtu, 21 Februari 2015

hai pembenci

Hai para pembenci  yang selalu setia berkomentar tentang hidup orang lain..
Setiap orang di dunia ini pasti pernah punya ‘pembenci’, pembenci adalah orang yang tidak suka, atau tidak senang dengan apapun atau suatu hal pada seseorang.

Jujur yah, siapa sih yang suka di benci? Ga ada!

Ga ada satu orang pun yang mau di benci, semua orang ingin kehadirannya di sukai, di cintai, di terima oleh semua orang.
tapi ini hidup, ini bukan surga. di dunia ga semua hal bisa di terima, pasti ada yang di benci. Apapun itu. Di benci itu menyakitkan, di  benci itu bagai sebuah tamparan hebat untuk semua orang.
Seperti halnya aku, aku manusia biasanya. Aku tau ga semua orang suka sama diri aku ini. Aku pasti punya ‘pembenci’, orang-orang sirik, maupun orang-orang yang berusaha menjatuhkan aku.
padahal aku hanya orang biasa, aku bukan artis, aku bukan orang terkenal, tapi aku punya pembenci. Hebat sekali bukan :D

Tapi aku berterima kasih kepada siapapun orang yang telah menjadi ‘pembenci’ ku dan orang-orang yang sirik sama hidup aku.
karna mereka, aku sekarang sadar kalau aku ini spesial. Aku punya sesuatu yang spesial yang tidak di punyai oleh mereka. Mereka menjadi pemenciku mungkin karna mereka sirik, mereka tidak bisa menjadi seperti aku.

Aku beruntung, aku bahagia.
aku punya orang-orang yang sangat menyayangi aku. Orang-orang yang mendukung aku. Jadi ketika ‘pembenci’ ku  mulai bercuap-cuap entah di kehidupan sehari-hari ataupun di media sosial, orang-orang yang menyayangiku akan berdiri paling depan untuk membelaku, walau  aku tidak pernah minta di bela. Tapi ya itulah orang-orang yang menyangiku mereka bagaikan malaikat pelindung di hidupku.

Ketika para pembenciku menjelek-jelekkan ku kepada semua orang. Orang-orang yang menyayangiku tidak pernah meninggalkan aku, tidak pergi dari hidup aku. Walau semua hal jelek tentang diriku di umbar-umbar oleh para ‘pembenci’ di media sosial ataupun kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya,para ‘pembenci’ mereka tidak pernah tau siapa diri aku sebenarnya. Mereka berbuat seperti itu hanya karna sirik. Mereka mungkin tidak punya teman seperti teman-temanku, tidak punya kehidupan yang begitu indah seperti hidupku.

Sebenarnya jujur aku kasian dengan para ‘pembenci’, mereka tuh terlalu sibuk membenci, mencemooh . menjelek-jelekkan hidup orang lain. Tanpa mereka sadari bahwa mereka juga punya kehidupan sendiri yg harus mereka urus. Mereka terlalu asik mengusik hidupku sehingga mungkin saja mereka tidak sadar bahwa hidupnya juga menarik.

Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Semua hidup orang pasti asik dan menarik kok, bagaimana kita juga melihat kondisi tersebut. Tapi jika hidup di habiskan hanya untuk mengusik, sirik pada hidup orang bagaimana bisa sadar bahwa hidup indah. Yang ada menggap bahwa hidup para pembenci itu gitu-gitu aja, banyak beban dll..

Hidup itu keras bro!! kalau terus-terusan di bawa beban, hati busuk, pikiran kotor, mulut udah macam tong sampah. Gimana  mau bahagia?? Hidup itu ya nikmatin ajalah, syukurin apa yang udah di punya.. jangan sibuk komentarin hidup orang lain deh.. kita tuh punya jalan yang berbeda.

Aku tau, mungkin hidup aku lebih bahagia, lebih seneng dari pada kalian para ‘pembenci’. Makanya kalian sirik gitu?? Aku ini manusia juga, aku pasti punya masalah sama kaya kalian tapi ya aku sih positive aja, aku ga pernah tuh ngusik hidup orang, apalagi jadi pembenci seperti kalian. Lagian untuk apa sih ngusik hidup orang? Aku tuh udah terlalu sibuk mencintai semua orang yang mencintai aku, jadi maaf aku ga ada waktu untuk membenci orang yang membenci aku..
aku bahagia banget sama hidup aku sekarang, sumpah ya ini hidup paling sempurna mungkin di dunia ini.

Banyak orang yang sayang sama aku. Kalian para ‘pembenci’ yang sebenrnya ngebuka mata aku, kalau aku punya banyak orang-orang, sahabat, teman dekat cowok, dan keluarga yang luar biasa. Mereka mencintai aku juga dengan cinta yang luar biasa.

Hei kalian para pembenci, sadarlah hidup kalian juga indah. Jika kalian berhenti sirik, dan mengusik hidup orang lain. Kalian tau rasanya di benci? Atau kalian terlalu banyak yang membenci sehingga kalian melakukan ini juga padaku? HAHA
kasian amat..

gini deh ya,
‘pembenci’, kalian ga punya temen? Atau sangat sedikit orang yang menyayangi kalian?
ya itu salah kalian,
inget, kalau kalian meencintai, maka kalian akan di cintai. kalau kalian membenci, kalian akan di benci.
jadi mungkin kalian terlalu sering dan terlalu sibuk membenci hidup orang, makanya hidup kamu juga di benci. Tau hukum karma? Iya hukum karma itu ada, dia selalu bekerja!

Lakukanlah hal yang baik, maka kamu akan mendapat yang baik juga..
kalian melakukan yang buruk atau kalian jahatin aku, aku diem kok, aku senyum. Biar karma aja yang melakukan tugasnya.

Maaf, bukan aku ngedoain. Tapi sekali lagi ini dunia bro, hukum alam yang berjalan di sini.
Masih mau sirik dan ngusik hidup orang? Silahkan….

Tapi inget ini…
Barang siapa, membenci, suatu saat dia akan di benci.
barang siapa, membully suatu saat dia akan di bully.
barang siapa, memfitnah suatu saat dia akan di fitnah.
barang siap menipu, suatu saat dia akan di tipu.
begitu seterusnya……………..

Ingatlah, dunia itu tidak diam, dunia selalu berputar. Akan ada saatnya apa yang kamu lakukan pada aku atau siapapun maka akan kamu terima juga suatu saat pada dirimu atau keluargamu..

Hukum karma berlaku. Berhati-hatilah..

Selamat menjadi PEMBENCI-KU,
dan Selamat bersenang-senang karna karmamu sedang dalam perjalanan *senyum*

selamat beristirahat dalam damai sayang

Sepulang dari kampus tadi. Ibu mu telpon aku.
Ibumu bilang kamu kritis. Saat itu pukul 7 malam. Aku memacu motorku menembus gelapnya malam, aku langsung ke rumah sakit tempat di mana kamu di rawat dengan pikiran yang kalut, dengan perasaan yg campur aduk, mulutku terus melantunkan doa-doa berharap kau bisa membaik.

Ketika aku sampai di ruang iccu tempat kamu di rawat, aku melihat tubuhmu tertidur d sana. Terbaring lemah dengan berbagai macam alat yang menempel di tubuhmu.. air mataku terus mengalir melihat kondisimu yg semakin parah.
semenjak dokter memfonis kamu terkena kanker lipoma, aku selalu mempunyai kepercayaan bahwa kamu bisa sembuh. Tapi melihat kondisimu yg semakin parah membuat aku ketakutan, takut sewaktu-waktu kamu pergi meninggalkan aku.

Sayang bangunlah.. bertahan.. karna aku yakin kamu orang yang kuat..  Ketika keluargamu silih bergantian keluar masuk ruangan iccu aku tidak ingin sedikitpun melangkahkan kakiku keluar. Aku hanya ingin tetap di sini menemani kamu.
Apa yg kamu rasakan? Apakah sakit?.selama ini kamu selalu menjadi orang yg kuat sayang, kamu selalu menutupi rasa sakit dengan tawa dan senyuman. Aku tau kamu kuat.. bertahanlah.. Aku tetap di sebelahmu. Aku selalu berharap kamu bisa membuka mata dan kembali tersenyum padaku..

Pukul 2 dini hari orang tuaku datang ke rs dan menjemputku. Dengan berat ku langkahkan kaki ku keluar ruang iccu, meninggalkan tubuhmu yg tetap dalam keadaan kritis.. bertahan sayang.. aku mohon...
Aku ingin sekali melewati hariku kedepan bersamamu. Aku ingin pergi ke dufan untuk kedua kalinya bersamamu. Aku ingin olahraga lagi bersamamu. Aku ingin di peluk kamu.
Aku ingin di manjain lagi sama kamu.  Sepanjang perjalan pulang kenangan tentangan kita terus berputar-putar di pikiranku.

Pukul 10 pagi masih di hari yang sama..

Tiba-tiba aku mendapat berita dari orang tua mu.
Mendengar berita itu rasanya dunia aku hancur dalam sekejab. semua gelap sayang..
Hati aku hancur sehancur hancurnya.
Perempuan mana yang tak menagis merintih jika melihat pujaan hati, lelaki yang selama ini telah menjadi tempat bersandar yang tepat untuk segala kekecewaan, telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Semua ini seperti mimpi buruk yang tak bisa aku terima.

Tangis tak dapat lagi di bendung. Aku larut dalam kesedihan yang sangat menyakitkan.
Aku kehilangan kamu.. kamu orang yang aku sayang.. Aku kehilangan kamu..
Sekarang sudah 4 bulan lebih setelah kepergian kamu..
Sekarang kamu sudah pergi meninggalkan aku di sini bersama hampa.
Aku yakin kamu sudah di beri tempat yg luar biasa indah di sana. Kamu udah ga ngerasain sakit lagi. Kamu pasti udah seneng.

Tapi aku di sini....
Benar benar kehilangan kamu.. kehilangan orang yg sangat aku cintai..
Kehilangan penyemangat aku..
Tapi aku ga boleh terus terusan sedih kan sayang?
Aku tau, aku masih punya perjalanan panjang dan mimpi mimpi yg harus aku raih. Aku tidak boleh terus terusan terpuruk dalam kesedihan ini.
Tapi sayang.. bukankah sangat manusiawi jika aku terus merindukan mu.. merindukan orang yg tadinya selalu ada dalam hari-hariku dan tiba-tiba pergi meninggalkan aku lebih dulu.

Sekarang aku benar benar merindukanmu.
Merinduka. Tawamu..  Merindukan suara khasmu.. Merindukan perdebatan kita ketika kamu keras kepala. Merindukan pelukan hangatmu. Merindukan rayuan rayuan manismu. Merindukan sapaan manismu. Merindukan aroma khas tubuhmu..
Aku merindukan semua yg ada pada kamu..
Sayang..
Bahkan sampai kata-kata ini di tulis aku masih mencintaimu. Aku tahu walau ragamu sudah terkubur dan bersatu dengan tanah. Tapi kamu masih di samping aku untuk selalu jagain aku , kan?
.
.

Selamat jalan sayang kamu akan selalu aku kenang...
'U always be mine'

Senin, 01 Desember 2014

jatuh cinta pada sahabat

Aku seneng ngeliat kamu ketawa lagi karna aku.
Hujan rintik saat ini, menjadi saksi kedekatan kita.
hari ini kita pergi bareng lagi bukan sebagai sepasang kekasih seperti dulu, tapi sebagai SAHABAT. 

Kamu mengajak aku ketempat di mana dulu kamu ingin kita berdua pergi ke sana, hari ini kita berkesempatan ke tempat itu. Tempat paling nyaman, pemandangannya juga indah.

Kita kembali bercerita tentang segala macam hal yg selama ini terjadi. Kamu dengan antusias terus bercerita panjang lebar setelah sekian lama kita tidak bertemu.
tanpa kamu sadari sebuah senyuman kecil perlahan muncul di bibir aku.
aku senang ketika mendengar kamu bercerita seperti ini. Rasanya sudah lama sekali aku tidak bertemu dan mendengar suara khas mu ini.
aku mendengar dengan baik, setiap detail cerita-ceritamu, rasanya aku ingin sekali mendengar suaramu lebih lama, setiap hari. Mendengar celotehanmu yang dulu hampir setiap hari bisa bebas ku dengar.

Aku tidak banyak berkomentar, aku terlalu menikmati suasana ini. Diam mendengarkan, dan diam-diam memandangi wajahmu yg sekarang jarang sekali aku lihat. Kadang aku iri dengan orang-orang yang kini bisa melihatmu setiap hari.

Hmmm. Setelah pertemuan kita hari ini.
aku rasa cinta dan rasa sayang ke kamu selalu tumbuh terus.
tapi setiap di depanmu aku bertingkah seolah aku tidak mempunyai rasa cinta pada sahabatku ini.

Haaaaaaaaa.. aku takut jika kamu tahu bahwa sebenarnya aku selalu jatuh cinta berkali-kali pada sahabatku sendiri. Aku takut kehilangan kamu sebagai sahabat.
aku terlalu kenal kamu, begitu juga kamu.. kamu bahkan tau segala hal kecil tentang aku. Aku begitu takut kehilangan kamu, jika kita kembali sebagai sepasang kekasih.

Bisa kah kita kembali menjadi sepasang kekasih tanpa merusak hubungan persahabatan kita?

Tidak…..tidak… kadang-kadang aku suka ga pake otak! Maaf atas cinta yg diam-diam selalu menyeruak keluar di setiap pertemuan kita.

Hmm. Semoga cinta yg ku punya untukmu tidak akan pernah merusak persahabatan di antara kita. 
Tetaplah menjadi pria terbaik yg selalu ada untuk aku. Pria yg selalu membuat aku nyaman, pria yg selalu menenangkan di saat panik, pria yg selalu menyediakan pundak untuk aku berkeluh kesah, pria yg selalu percaya sama aku, pria yg buat aku ngerasa jadi wanita paling beruntung, pria yg selalu aku cubit perutnya kalau udah ngejek aku, pria yg bisa buat aku pulang malem tanpa di marahin papah, pria yg ga akan bete kalau lagi sama aku, pria yg selalu buat aku ketawa kalau lagi sedih,sahabat cowok yg paling di sukai sama mamah aku, dan pria yg selalu membela aku apapun yg terjadi.

Terus buat aku nyaman kaya gini ya. Jangan berubah.

love

Kamis, 27 November 2014

jadi kaka kelas

dapet pertanyaan di ask.fm :
"pendapat lu tentang adik kelas lu?"

ini answer gue :
secara personal baik kok mereka, adik kelas yang manis-manis, sopan, dan ga macem-macem.

tapi pernah saya kecewa banget sama mereka.  angkatan saya sering di marahin karna ulah mereka. contoh paling besar dan kejadian terakhir di SMA : pas ada kejadian di wc cowok, wadah sabun di isi urine.. saat itu kebetulan saya anak kelas 12 ipa 1 dan ada pelajaran miss B, dan kelas kita habis-habisan di marahin sama miss B dan kita ,angkatan saya di tuduh yg ngelakuin hal itu di wc lantai 2.
padahal setelah seluruh kelas di kumpulin di lapangan ternyata  pelakunya anak kelas 11.!
marah engga, cuman cukup menyayangkan aja sama sikap yg kaya gitu. :'D
memang gak semua anak kelas 11 yg melakukan itu,
sebenarnya masih banyak sekali caci maki yg kami terima, yang bukan karna kesalahn kami.

dulu pas di SMA. jujur saya angkatan paling sial kayanya. segala hal yg salah selalu di salahin ke angkatan saya. di angkatan saya jarang ada orang yg suka nge-labrak adik kelas! kalian adik kelas yg sekarang, kalian seharusnya bersyukur tidak dapet kaka kelas yg menekan kalian. berbeda saat saya dulu menjadi adik kelas, rasanya untuk melakukan pergerakan sedikit saja langsung di komentari.
kalau boleh jujur lagi, kami selama jadi anak kelas 12 terlalu banyak tekanan dari banyak pihak, tidak puas  di jejali soal-soal oleh para guru, kami selalu menjadi bahan pelampiasan kekesalan mereka. SELALU begitu. kalian boleh tanya ke guru-guru berapa persentase murid-murid yg sakit menjelang ujian negara. tapi kami berjuang, kami berusaha membuktikan yg terbaik, memberi yg terbaik, kalian tahu untuk apa? kami hanya ingin sedikit saja mendapat pujian dari para guru. sedikit saja.

tidak salah kan. meminta sedikit penghargaan dari hasil perbuatan kami sendiri?
dari hasil kesalahan yg tidak pernah kami buatpun kami mendapat caci maki, masa untuk sekedar mendapat penghargaan lulus 100% kami tidak bisa mendapatkannya,
kami ikhlas di marahi di bentak-bentak, di tuduh! jujur itu menyakitkan hati kami. tapi sebagai seorang kaka kalian, kami rela di maki-maki dari kesalahan yg udah kalian buat. kami akan melindungi kalian. bahkan tanpa kalian tahu. kami yg selama ini menjadi prisai bagi kalian.  kami tidak ingin kalian tumbuh dan besar dengan banyak tekanan seperti kami. biarlah kalian tumbuh di SMA dengan kenangan indah. ketika guru dengan mudahnya menuduh, kami hanya tersenyum dan menunduduk. biarlah hati kami yg hancur, bukan hati kalian. biarlah selamanya itu menjadi kesalahan kami, bukan kalian.. :')
semenjak menjadi kaka kalian, kami terbiasa dengan bentakan dan amarah yg bukan atas kesalahan kami.

sekarang kami sudah lulus, dan satu pesan kami. jangan pernah sia-siakan air mata yg kami siapkan untuk kalian. teruslah bertumbuh adik-adikku.. jadilah bintang yg paling terang, gapai impian mu. buat kami bangga, itu cukup untuk membayar semua air mata yg udah kami keluarkan untuk kalian.

salam sayang
kaka kelasmu

Senin, 24 November 2014

jatuh hati sama cowok fakultas peternakan

Melihat kaka dari kejauhan sedang tertawa lepas bersama teman-teman kaka saat itu otomatis membuat saya tersenyum sendiri seolah ikut merasakan kebahagiaan yang kaka rasakan saat itu.
hari ini tidak sengaja kita bertemu di halaman kampus, hari ini saya ada kelas pagi saya harus bergegas sebelum saya terlambat, tetapi ketika melihat kaka berdiri di depan saya membuat langkah saya terhenti, ini kegiatan saya setiap hari sebelum mengikuti kuliah, memandangi kaka dari jarak yang cukup jauh dari tempat keberadaan kaka. Di depan fakultas peternakan.

Tapi sialnya hari ini kaka menemukan saya sedang memandangi kearah kaka, saya tertangkap basah.
kaka langsung berhenti tertawa dan memandang bingung ke arah saya. Saya bingung apa yang harus saya lakukan, saya malu juga ketika teman-teman kaka yang lain ikut memandang heran ke arah saya.
saya memutukan untuk masuk kelas dengan perasaan malu mengingat kejadian barusan.

Saya tidak terbiasa berdekatan dengan kaka di fakultas peternakan. Dan saya yakin tadi kaka dan teman-teman kaka kebingungan mengapa saya memandangi kalian dari jarak yang jauh.

Ketika sampai di kelas, keadaan kelas masih kosong. Jadi saya memutuskan untuk menulis rangkaian kata absurd tentang cinta di antara kita.
mengingat saya dan kaka menjadi pasangan paling absurd sedunia haha..
Saya bingung, dari ribuan orang di kampus kita saya bisa begitu terpesonapada sosok kaka. Pada pria bertubuh tinggi dengan badan proposional dengan tingkahnya yang cool tapi asik. Pria luar biasa yang menimba ilmu di fakultas peternakan. Kalau di pikir-pikir lucu sekali ketika saya menjadi kekasih kaka,  banyak sekali perbedaan di antara kita.

Satu kaka masuk fakultas yang menuntut kaka untuk berhubungan sama hewan segala macam hewan ternak. Sedangkan saya? Saya takut sekali dengan hewan, saya geli dengan ayam ka. Dan rasanya geli jika harus berdekatan dengan pria yang hampir setiap hari bersentuhan langsung dengan ayam atau berbagai jenis binatang.
bukan saya berlebihan ka, tapi itulah saya.

Tapi saya suka sama kaka. Saya jadi bingung dengan perasaan yang saya punya untuk kaka. Saya menyukai seseorang yang profesinya nanti akan menjadi profesi yang sulit untuk saya terima.
melihat kaka praktikum dengan banyak hewan saja sudah membuat saya geli sendiri.
ketika saya melewati kaka setelah kaka selesai praktikum membuat saya sedikit mual akibat bau hewan hewan dan darah-darah yang tercium sangat menusuk bagi saya.
saya dapat menahan bau formalin dan kadafer (mayat) di ruang praktikum fakultas kedokteran yang biasa saya hirup saat praktikum. Tapi entahlah, untuk berhubungan sama hewan, saya merasa saya tidak sanggup, menahan baunya, berdekatan, segalanya membuat saya tidak nyaman.
saya lebih sering menghindari kaka ketika ada di kampus atau ketika kaka baru selesai praktikum. Bukan apa-apa ka, saya harap kaka mengerti ,saya tidak suka hewan baunya dan segala macam yang berhubangan dengan hewan hidup. Kaka terlihat aneh dan tercium bukan aroma badan kaka ketika selesai praktikum hehe.

Tapi berbeda ketika saya melihat kaka seperti hari ini, seperti tadi.
kaka terlihat bersih dari pada saat kaka praktikum bersama hewan-hewan itu.

Kaka terlihat lebih tampan dan saya suka melihat kaka yang seperti ini.
Ya beginilah, lucunya jatuh cinta. Lucunya cerita cinta kita. Cerita cinta beda fakultas dan beda kebiasaan. Kaka di tuntut untuk mencintai hewan , berdekatan dengan hewan, sedangkan saya, saya dituntut untuk mencintai kesehatan, belum lagi sejak dulu memang saya tidak suka dengan hewan.
Ini aneh, saya bahkan benar-benar bisa mencintai seseorang di fakultas yang selalu saya hindari untuk melewatinya! Dan saya dengan anehnya bisa jatuh cinta dengan salah satu mahasiswa yang bahkan belajar di fakultas tersebut.

Absurd….tapi inilah cinta.

Walaupun  kebiasaan kaka berkontak langsung dengan hewan, foto sama ternak!, suka deket-deket aku kalau habis praktikum --, bau kambing, bau sapi, bau ayam, yang kalau pagi keliatan ganteng kalau habis praktek keliatan berantakan kusem, yang foto di instagram kebanyakan foto sama hewan, tapi itu semua ga ngerubah perasaan saya sama kaka. Aneh kan..
saya tetep sayang, bahkan semakin hari semakin bertambah. Walau banyak hal yang saya ga suka ada pada kaka tapi lebih banyak cinta yang semakin bertambah setiap harinya untuk kaka dan itu menutupi semua hal yang saya ga suka.

Tapi ka, walaupun kaka tau saya sayang sama kaka. Bukan berarti kaka bisa deket-deket dengan saya kalau habis praktikum! Hahahaha
saya sayang kaka, semoga kaka juga selalu mempunyai perasaan yang sama seperti saya. Saya tidak mau cinta saya di bagi dua ke sapi atau hewan ternak yang lain. haha

Love ya~

Minggu, 23 November 2014

Dear chairmate

Dear chairmate.

Sebentar lagi hari kelulusan tiba. Ga kerasa ya, 2 tahun kita sebangku. Aku ga pernah bosen duduk sebangku sama kamu. Aku suka dari awal kita duduk bareng.

Kita mengerjakan semuanya bareng, ngerjain pr pagi-pagi, memecahkan jawaban dari soal-soal trigonometri yang mungkin sampai sekarang pun masih sulit untuk di pecahkan haha.
aku suka ketika kamu ngacak-ngacak rambut aku kalau aku salah menjawab pertanyaan,  ketika kamu dengan seriusnya memperhatikan guru yang sedang menjelaskan,  muka kamu yang bete ketika di marahin guru, muka kamu  langsung jutek kalau aku gamau ngajarin kamu, muka kamu yg menyebalkan sambil menjulurkan lidah tanda ngejek ketika nilai ulangan kamu lebih bagus dari pada aku, aku suka liat kamu makan pas jam istirahat atau makan permen pas jam pelajaran,  wajah bingung ketika ada soal yang membingungkan, sampai wajah kamu ketika marah karna suatu hal di kelas.

Aku suka ketika kamu nulis-nulis di lembar paling belakang bukumu dengan tulisan acak-acakan karna bosen, melihatmu duduk bertopang dagu, melihatmu grogi saat akan presentasi, melihatmu tertawa terbahak-bahak, aku suka ketika kamu menggigiti bolpoin, aku suka ketika kamu bercerita segala hal ketika jam kosong karna tidak ada guru, aku suka melihat kamu tidur di meja ketika tidak ada guru dan harus menyelesaikan tugas yg ada. Aku suka semuanya saat-saat aku bersama kamu.

Bahkan sampai detik ini mungkin kamu tidak pernah menyadari, bahwa aku selama 2 tahun ini diam-diam menyimpan rasa suka, bahkan sayang pada teman sebangkuku yang doyang banget nge-gitar dan nyanyi-nyanyi di kelas. Aku bahkan tau hal kecil yang ada pada kamu, dan mungkin kamu tidak akan menyadarinya.

Sampai akhirnya hari ini kamu berbicara serius padaku, kamu berkata kalau kamu telah jatuh cinta sama seorang wanita, yang baik, cantik, dan selalu ada buat kamu.
apakah kamu tahu, saat itu tiba-tiba saja jantungku berdetak kencang sekali.
mungkinkan aku? wanita yang udah membuat kamu jatuh cinta itu? wanita yang cantik, yang baik dan selalu ada buat kamu?
pertanyaan itu yang berputar-putar di pikiranku, lalu berhenti berbicara lalu memandang aku yang bengong memikirkan apa wanita itu aku?! Kamu membuyarkan lamunan aku. Kamu menarikku kembali kealam sadar, dan aku siap mendengarkan ceriita kamu lagi.  tapi mungkin kamu udah ga niat ngomong karna tadi aku tidak focus mendengarkan.

Ketika jam istirahat, tadi aku pergi ke toilet ketika aku melewati kelas di ujung koridor aku melihat kamu sedang memegang tangan seorang wanita. Wanita cantik, putih, tinggi. Kamu memegang tangannya dan dia tampaknya tidak keberatan, kalian terlihat berbincang, wajah wanita itu terlihat merona lalu dia tersenyum bahagia. Apa yang barusan aku lihat? Jadi wanita yang kamu suka itu dia? Jadi apakah rasa sayang, rasa kagum yang ku punya selama ini ada untukmu bertepuk sebelah tangan?

Bel istirahat berbunyi. Dan kamu duduk di sebelahku dengan wajah gembira. Saat itu kamu langsung bercerita kalau tadi kamu menyatakan cinta pada cewek yang tadi kamu ceritakan, cewek baik! Cewek cantik! Dan selalu ada buat kamu!

Kamu bercerita dengan sangat antusias, tanpa sedikitpun melihat dan berusaha peduli padaku, mataku mulai berkaca-kaca, kerongkonganku sakit menahan tangis yang tertahan, tanganku gemetar. Dan kau tidak peduli bahkan kau tidak melihat air mata yang perlahan mulai membasahi pipi ini. Aku hanya berkata turut bahagia saat itu, lalu aku pergi ke toilet ,di sanalah aku nangis sejadi-jadinya.

Jadi selama ini apa? Semua perhatian? Semua kebaikan kamu? Wanita bodoh macam apa aku ini sampai dengan bodohnya aku mengira bahwa kamu mempunyai perasaan yang sama padaku!!!
aku terus mengutuki diriku sendiri. Dan mulai menerima kenyataan bahwa bukan aku wanita yang kamu cinta. Aku hanya teman sebangku biasa yang mungkin hanya tempat dia berbagi keluh kelah masalah pelajaran di sekolah, dan aku bukan orang yang tepat untuk kamu membagi cintanya. Aku tidak layak untuk orang sesempurna kamu.

Terima kasih atas  2 tahun ini ya my beloved chairmate. Maaf atas perasaan tak terungkap ini. Terima kasih udah ada dalam hari-hari aku 5 dari 7 hari dan 8 dari 24 jam kamu selalu ada di samping aku, aku seneng walaupun aku ga bisa milikin kamu tapi Aku tetap bahagia atas 2 tahun  termanis di masa SMA.


Sincerely
With love ,Your chairmate

dari kaka kelasmu yang diam-diam menaruh hati !

Hai adik kelas.

Senyum mu manis begitu manis hari ini. Sama seperti hari-hari sebelumnya.
entah mengapa dari awal kita berjumpa ada rasa tertarik yang membuat aku penasaran dengan sosok pria yang setelah ku ketahui adalah kamu.

Maaf atas perasaanku. Yang dengan lancangnya berani menaruh hati pada mu.
kamu.. adik kelas termanis yang pernah ku temui. Entahlah, dari sekian banyak pria di sekolah hanya kamu yang mampu menarik seluruh perhatianku.

Banyak yang aku kagumi dari kamu. Aku suka ketika kamu berkeringat saat pelajaran olahraga, aku suka ketika kamu berjalan melintasi kelasku dan sedikit melirik kearah tempat aku duduk terdiam melihatmu. Bahkan beberapa kali aku kepergok sedang curi-curi pandang. Mataku ini tidak bisa di ajak kompromi,, anehnya setiap ada kamu di dekatku mataku ini spontan langsung mengikuti gerak-gerikmu kemanapun sampai dia tidak lagi dapat melihat sosokmu. Aku sangat malu ketika kamu menangkap basah perbuatan ku ketika mencuri-curi pandang. Saat mata kita bertemu, aku akan langsung buang muka. Kau tahu saat itu rasanya jantungku mau copot, berdetak tak karuan dan seketika mukaku terasa panas. Malu.

Diam-diam aku selalu memperhatikanmu.
bahkan sesekali aku pulang sore, bukan karna ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di sekolah tapi aku hanya ingin melihatmu ketika ekskul sekolah. Rasanya setiap hari aku ingin sekali memandangimu lebih lama. Senyumanmu begitu istimewa. Rasanya saat melihat senyum manis itu tersungging aku ingin sekali mengabadikannya.

Aku pun lebih rajin ke sekolah sekarang hehe. Termasuk datang lebih pagi. Aku duduk di teras depan kelas, memandangi jam yang terus berjalan mengiringi kedatanganmu dan berjalan di depan kelas ku.
aku suka melihatmu terburu-buru masuk kelas,aku juga suka melihatmu berjalan santai dengan pandangan lurus dan sesekali tersenyum lebar ketika ada yang menegurmu.  Ketika melihatmu datang ke sekolah, ingin sekali aku menyambutmu, menjadi seseorang yang tersenyum manis , dan menjadi seseorang pertama yang menyemangatimu .

Tapi aku begitu malu untuk melakukan semua itu. Aku hanya kaka kelasmu.
rasanya aneh sekali ketika aku harus melakukannya kepada pria yang berbeda 2 tahun denganku.
jangankan untuk menyapamu, melihatmu dari jarak sejauh ini saja sudah membuat jantung ini berdetak di atas normal. Agak canggung untuk benar-benar mengatakan yang sejujurnya kalau aku mengaggumi kamu.

Bodoh..

Aku terlalu bodoh menaruh harapan besar pada kamu. Berharap di panggil “sayang” seperti kebanyakan pasangan lain, tapi dengan lucunya kamu tetap memanggil aku dengan sebutan “kaka” haha

Ya ya.. mungkin aku tidak pantas berdampingan dengan anak seumur kamu. Rasanya canggung sekali, aneh dan ini berbeda ketimbang aku jatuh cinta pada pria seumuran.
tapi di balik semua rasa canggungku itu, aku masih sangat mengagumi kamu, tak peduli berapa umurmu dan tak peduli kalau kamu adalah adik kelasku.

Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaan di cintai oleh seorang kaka kelas?


Tertanda
kaka kelas, yang diam-diam
jatuh cinta pada adik kelasnya !

Sabtu, 22 November 2014

semua manis ka, sebelum ada dia

Sampai saat ini saya masih mengaggumi sosok kaka, tidak peduli dengan keburukan yang kaka punya. Dan tidak peduli seberapa jarak yang membentang antara kita.


Setelah segala antara kita telah hancur berantakan. Saya berusaha mengambil sisa-sisa serpihan yang tersisa. Saya ingin mengumpulkan dan memperbaiki semua. Saya berusaha mengumpulkan semua serpihan yang ada, memperbaikinya dan terus memperbaiki. Sampai ketika hubungan dan segala sesuatu yang hancur antara kita hampir berhasil saya perbaiki dan semua hampir pulih.
tapi mungkin saya terlalu lama, saya terlambat. Dan ketika segalanya sudah mulai membaik saya harus menerima kenyataan kalau ternyata kaka sudah bersama dia! sahabat saya.

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan dia, sahabat sekaligus kekasih baru kaka.
melihat dia mengingatkan saya kepada semua perlakuan manis kaka.
ada perasaan iri yang berkecamuk di hati, hmm betapa beruntungnya dia memiliki kaka.
betapa beruntungnya dia bisa menjadi satu-satunya di hati kaka, menjadi wanita paling teristimewa setelah ibu kaka.

Dia tidak tahu tentang kedekatan kita dulu ,ka.

yang dia tahu saya dan kaka hanya sekedar teman kenal biasa, yang pulang dan pergi bareng karna kebetulan rumah kita yang searah. Dia tidak pernah tahu lebih dari itu.
mungkin semua orang yang mengenal kita pun akan beranggapan sama ,ka. Mereka akan berpikir kita hanya sekedar teman sepermainan biasa, tapi yang saya tahu kita pernah lebih dari itu.

Dia tidak tahu betapa saya sangat ingin menangis saat itu.
dia bercerita semua tentang kaka, wajahnya sangat gembira dan matanya berbinar ketika mulutnya berucap kata demi kata yang menyenangkan tentang kalian.
dia bercerita bagaimana kaka memulai pendekatan dengannya, lalu kalian pergi ke pesta bersama, nonton bioskop dan banyak hal lainnya yang biasa di lakukan oleh sepasang kekasih pada umumnya………………………………………….. seperti yang kita lakukan dulu.

Rasanya saya ingin meledak saat itu. Tapi saya tidak mungkin merusak kebahagiaan sahabat saya.
bukankan untuk bahagia kita tidak perlu repot-repot menyakiti orang lain? mungkin belajar mengikhlaskan bisa membuat sedikit rasa bahagia.
Setelah kejadian itu mati-matian saya berusaha ikhlas.

Kemarin ada acara sekolah ka.
saya melihat kaka datang bersama dia menggunakan motor matic. Romatis. Dia terlihat melingkarkan tangannya di pinggang kaka. Manis tapi menyakitkan bagi saya.
teman-teman yang lain terlihat asik menganggu keromantisan kalian. Kalian tertawa bahagia. Dan saya memilih pergi menjauh. Maaf ka..

Dalam acara itu kalian begitu mesra. Hati ini berusaha gembira tapi tak bisa.
Melihat sosok kaka, sekarang mendapat pengganti saya yang lebih baik. Seharusnya saya bahagia, bukankah begitu?
tapi  hati saya harus terus merasa kesakitan saat saya melihat bahwa pengganti saya itu adalah sahabat saya sendiri.
saat itu ketika semua serpihan tentang kita yang berhasil saya perbaiki tiba-tiba saja hancur lagi menjadi serpihan yang lebih kecil, dan mungkin tidak akan bisa saya perbaiki lagi.

Saya berjalan melewati kaka dan dia, saya memandang lurus tanpa sedikitpun memandang ke arah. Sebelum seorang sahabat kaka berkata “sama yang ini gimana?”
kaka hanya tersenyum canggung dan teman-teman yang lain tertawa terbahak-bahak seakan tidak ada yang peduli dengan rasa sakit yang saya rasakan sekarang.

Kaka melihat saya dan mata kita bertemu. Saya tersenyum canggung  lalu lanjut berjalan. Saya pergi membelakangi kaka. Dan apa kaka tau saat itu air mata ini mengalir dengan derasnya.
menyakitkan sekali ternyata melihat seseorang yang ternyata masih kita sayang menjalin hubungan spesial dengan sahabat sendiri.

“Semua manis ,ka. Sebelum akhirnya kaka bersama dia sahabat saya..”

Jumat, 21 November 2014

kecanduan kamu

Pernah sayang banget sama cowok. Pernah.. Cowok biasa dengan karakter luar biasa. Sekarang kita udah lama saling menjauh, karna suatu masalah. Awalnya aku tidak peduli ketika aku memutuskan pergi dan meninggalkan dia.
Awal-awal semua berjalan seperti biasa. Semua berjalan lancar tanpa HADIR dia.

1 minggu, 2 minggu, dan di minggu ketiga entah apa aku mulai memikirkannya kembali. Minggu ke 4,5,6 mulai aku berfikir “apa yang sedang dia lakukan?”. Minggu ke 7,8 rasanya ketika air mata aku jatuh biasanya ada dia yang selalu ada waktu menghibur aku, rasaya aku merindukan dia, senyumnya, tawanya, lelucon yang keusilan dia, semua memori tentang kita terus berputar-putar di otak. Minggu ke 9 ketika aku tertimpa masalah aku berharap dia ada di samping aku, tapi kenyataan dia tidak di samping aku karna kebodohan aku untuk melepaskan dia pergi. Minggu ke 10 “Tuhan jika boleh aku meminta, aku hanya ingin dia”

10 minggu. Waktu yg menyadarkan aku betapa aku sangat membutuhkanmu, semua perlakuanmu selama ini membuat aku ketergantungan. Dan bodohnya ketika semuanya hilang, ketika kamu pergi tanpa sedikitpun menoleh ke arahku aku menyesal. Dan aku sadar telah melepaskan sesuatu yg berharga sesuatu yang sudah ada dalam genggaman.

Kini aku kehilangan kamu, 10 minggu dan aku baru sadar hidup ini terasa lebih berat jika tanpa kamu.
Tidak ada kata-kata penyemangat, tidak ada kata penghiburan, lelucon manis, rangkulan hangat, tangan mu yg menguatkan, pelukan yang menghancurkan segala beban, senyuman penyegar, sapaan manja, SEMUA HILANG! HILANGGGG..

Dan jujur aku membutuhkanmu. Jika saja Tuhan memberikan kesempatan kedua, aku tidak akan menyia-nyiakan kamu. Tapi bukankah kesempatan tidak akan datang dua kali?
Kini…….. hanya foto-foto kita dan semua voice note mu yang membuat aku sedikit bisa menahan gejolak rindu. Yang dengan lancangnya terus menyeruak di hati.
Maafkan atas segala kebodohan yang ku perbuat. Maaf atas keputusan terbodoh untuk meninggalkanmu saat itu. Aku tersadar selama ini aku benar-benar bergantung pada kamu.

sekarang aku hancur, aku jatuh, dan aku terinjak-injak oleh orang di luar sana. Aku tidak bisa bangun, aku hanya dapat menyeret kaki ini menjauh dari dunia yang jahat dan pergi ke ruang gelap di mana hanya ada aku dan bayanganmu saja.

Aku ketakutan disini, aku merasa sendirian, dulu hanya ketika bersamamu aku bisa merasakan ketenangan yang luar biasa. Tapi kini, hanya impian untuk bisa merasakan hadirmu di sini bersamaku.

Menurutmu, apa yang harus aku lakukan sekarang? Ku mohon beri sedikit saja komentar. Aku sungguh merasa tidak menjadi diri aku, aku merasa tidak bisa lagi terus berjalan melewati duri duri tajam yang sewaktu-waktu bisa melukai hatiku, bantu aku ku mohon.

Dunia terlalu keras untuk ku lewati sendirian. Semua terasa lebih gelap. Bahkan semua orang terlihat samar samar, ku kira mereka baik dan ternyata sebaliknya. Aku tidak bisa lagi menilai mana orang yang baik dan mana orang yang akan menjatuhkanku.. aku butuh pendapatmu dalam hal ini.
Aku membutuhkanmu. Tidak ada orang lain yang membuat aku merasa aman dan sanggup menghadapi dunia yang keras di depan mata.

Akuuu…. Aku menyesal dengan keputusanku saat itu..

Sabtu, 15 November 2014

maaf aku, membuatmu malu

Aku... aku tidak seperti kalian, yang memiliki banyak sahabat. Aku... aku tidak seperti kalian, yang mudah berteman dengan orang-orang baru..
Aku... aku punya kenalan, tapi tidak punya teman.
Aku...  aku merasa sendirian sepanjang hari. Tidak seperti kalian yang di kelilingi banyak orang.

Mereka, orang-orang yang ku kenal tidak mau berteman denganku.
Mereka berfikir aku tidak asik untuk menjadi teman sepermainan mereka.
Lihat saja ,untuk mendapatkan temanpun aku sangat sulit.

Aku memandang wajahku di cermin. Apa yang salah pada diriku? Apakah pakaian yang ku kenakan terlalu kuno dan jelek? Atau wajahku? Ataukah sikapku yg terlalu 'aneh' bagi mereka?

Mengapa semua orang tidak ada yang mau mendekat.? Apa aku begitu buruk bagi mereka? Bahkan untuk menjadi temanku pun mereka tidak mau?

Apa yang salah?!!!
Ketika aku lewat mereka selalu mengolok-olokku..
Aku selalu menjadi bahan ejekan dan bulan-bulanan mereka. Bahkan ketika di kelaspun jika harus membagi kelompok ,tidak ada satupun yang mau sekelompok denganku.

Beberapa dari mereka meneriaki kupingku, mengacak-acak rambutku, membentak persis di depan wajahku, mereka menyembunyikan sepatuku, mereka mengolok-olok setiap aku lewat, bahkan mereka menarik dan mendorongku ke berbagai arah. Di perlakukan seperti binatang! Apa salah aku? Aku sama sekali tidak pernah mengganggu mereka, bahkan aku tidak pernah membenci mereka walau aku di perlakukan seperti itu.

Saat itu, aku dekat dengan seorang pria..dia yang juga senasib denganku, tidak memiliki banyak teman. Pria itu sama pendiam seperti aku , saat dia masuk ke dalam kehidupanku semua mulai berubah, setidaknya aku memiliki satu orang teman. Kita sering mengerjakan tugas bersama, tuker kado saat ulang tahun dia, Kita pulang bareng, duduk bareng di kantin, melakukan segala hal bersama, kita bercerita tentang segala hal, dan dia suka memberikan cerita-cerita lucu yg membuat aku tertawa lepas. Semenjak ada dia aku merasa tidak sendirian, dia pernah sesekali membela aku ketika aku mulai di olok-olok. Rasanya ketika bersama dia aku merasa aman. Dan dia telah membuat aku merasa benar-benar memiliki seorang teman.

Beranjak dewasa.
Dia terlihat semakin tampan dan cerdas. Kami masuk SMA yang sama kelas 10-11 kita selalu sekelas. Dia mulai menjauh. Dia mulai banyak temen cowok dan cewek. Aku sedikit demi sedkit mulai kehilangan sosok dia. Ketika aku mendekat, dia menjauh. Mungkin dia malu mempunyai teman seperti aku.
Sekarang dia sudah benar-benar berbeda, awalnya karna teman-teman dia berkata bahwa kita pacaran.
Mungkin dia malu. Mulai dari situ dia benar-benar pergi dari hidup aku, seakan dia benar-benar tidak peduli lagi!

Aku benar-benar mulai kehilangan dia. Aku kehilangan seorang teman. Aku sendirian lagi. Suatu kali aku di olok-olok lagi, aku hanya diam kebetulan dia ada di situ tetapi dia hanya diam, melihat ke arahku tanpa sedikitpun membela seperti yang dia lakukan dulu. Dia hanya menatap dengan pandangan tak peduli lalu pergi. Aku hanya tersenyum untuknya.
Aku..  aku senang sekarang dia udah punya temen. Walau dia ninggalin aku, tidak masalah. Melihat dia tersenyum dengan teman-teman barunya aku cukup lega dan bahagia. Walau kenyataannya aku rindu sapaan manisnya.

Aku sakit parah, membuat aku harus di rawat di rumah sakit. Saat itu aku merasa banyak teman sekolah yang menjenguk. Bahkan orang yg tadinya tidak dekat denganku pun menjenguk. Mengapa tak dri dulu aku seperti ini? Jadi apa  aku harus sakit parah dulu agar ada yg mempedulikanku?
Aku senang, setidaknya aku mempunyai banyak teman sebelum aku pergi.

Dari banyaknya orang yang menjengukku, aku tidak melihat sosok dia berada di antara mereka? Dimana dia? Apa dia sudah benar-benar tidak peduli dengan keadaanku yg sudah parah itu? Apa rasa malu dia sudah menutupi semua rasa pedulinya pada aku?

Aku menunggunya.. aku terus bertahan. Setiap pintu kamar rawat inap  terbuka, aku berharap itu dia. Tapi hasilnya nihil.

Hari ini rasanya badanku semakin lemas. Penyakitku semakin parah jadi ku fikir sebentar lagi waktu ku sudah habis. Tapi aku belum  melihat batang hidungnya di sini.

Aku datang ke acara perpisahan sekolah. Aku tau badanku sangat lemas dan tak sanggup menopang beban beratku, tapi aku berusaha sekuat tenaga, satu harapanku untuk bertemu denganmu. Dokter sebenarnya melarang aku untuk datang ke acara perpisahan ni, tapi jika tidak hari ini kapan aku bisa menemui dia? Di saat aku tidak lagi memiliki banyak waktu.

Di sini mereka terlihat sangat cantik dan tampan. Aku melihat dia, sedikit canggung untuk menyapanya. Apa aku terlihat aneh hari ini? Memang badanku kurus sekali, penyakit itu terus menggerogoti tubuhku.

Dia sama sekali tidak menyapaku. walaupun begitu hatiku lega bisa melihat dia  datang ke perpisahan kita menggunakan jas. Terlihat tampan. Andai dia tau aku tidak pernah bisa melupakan semua yg ada dalam dirinya dari awal kedekatan kita. Di saat yg lain saling berpelukan aku ingin sekali memeluknya, sekali saja. Tapi aku tau itu hanya mimpi saja, jangankan memeluknya. Untuk mendapatkan sedikit senyumnya saja itu hanya hayalan belaka.

Beberapa hari setelah acara perpisahan sekolah. Aku masuk rumah sakit tapi aku tidak pernah sedikitpun melihatnya lagi. Bahkan untuk mengirim pesan singkatpun tidak dia lakukan ..

Ku kira waktu ku akan segera habis. Seadainya hari itu tiba, ketika aku sudah pergi. Ingatlah sesuatu, aku tidak pernah punya dendam kepada kalian yg pernah memperlakukan aku dengan buruk ,aku sudah memaafkan kalian bahkan sebelum kalian memintanya.

Dan ketika aku sudah tidak ada, bisakah kalian memberi tahu apakah dia datang ke acara pemakaman ku? Ku harap dia akan datang.

Tolong sampaikan padanya, terima kasih sudah menjadi teman terbaik dalam hidup aku dari dulu sampai sekarang. Dan maaf jika aku selalu membuat dia  merasa malu. Oh ya, aku ingat buku kimia aku masih di dia, tolong di simpan baik-baik ya.

Selamat tinggal.

Jumat, 14 November 2014

bosan

Seperti halnya sebuah bola yg berputar, kadang di atas kadang di bawah.
benar juga kata orang, hidup itu tidak semuanya badai.
Ya beginilah hidup semua sesuai porsinya, semua sama, kadang pelangi, kadang pula badai.

Lagi ngerasa hidup sepi banget nih..
temen-temen sewaktu SMA dulu sudah punya kegiatan masing-masing, udah sibuk sendiri, dan udah punya dunia baru, juga teman-teman baru.
Lagi bosen sama hidup yg gini-gini aja.
tiap hari mantengin time line di media sosial, cari-cari bahan buat di baca-baca walau ya gitu-gitu aja.
liat orang lain update status, upload foto bareng temen-temen baru.

Lah gua? Diem di pojokan kamar. Selimutan. Jarang ngomong.
iyah gua mau ngomong sama siapa? Cermin? Mamah papah kerja, adik sekolah. Setiap gue bangun tidur mereka udah pada pergi. Jadi ngerasa jarang banget nih ketemu sama manusia (?)

Kapan ya gue bisa kayak kalian. Lari sana-sini, upload foto sama temen baru. Ngabisin waktu buat kumpul-kumpul. Lo liat aja instagram gua @maria_debrina  foto lama semua. Kalaupun ada foto baru, ya itu juga main sama temen lama.
Jenuh nih di rumah mulu, main games plant v zombie juga sampe udah tamat. Chat sama gebetan di balesnya 1 abadddd karna lagi kuliah.. kerjn tiap hari gini-gini aja, kecuali sabtu yahhhh HAHA

walaupun ceritanya kisah hidup lagi sepi tapi beda ya sama kisah percintaan.
Hidup saat ini bener-bener ga ada semangat. Kaya ga ada tujuan hidup gitulah.
Hidup saat ini udah kaya vampire di film “ganteng-ganteng srigala”,  jarang ketemu matahari. Gue juga udah lupa gimana rasanya kalau kulit nyentuh matahari. Bahkan gue lupa siang hari itu kaya gimana (?) haha.

Lebai banget yah? Maafin.. gue bingung mau nulis apaan lagi. Ya intinya akhir-akhir ini lagi ngerasa bosen aja…

Rabu, 24 September 2014

"mereka di perjual-belikan "

Suatu sore..
aku dan sahabatku sedang istirahat di taman kota..
Taman yang sangat ramai di padati oleh warga yang sedang bersantai, mengajak anaknya bermain, dan juga ada sekumpulan anak-anak SMA yang sedang latihan paskibra di sana..

Kami sangat menikmati sore hari itu, dengan  suasana taman kota yg nyaman.. kami meneguk minuman yang kami bawa, dan memakan beberapa gorengan yang sebelumnya kami beli..
Ketika sedang asik bercerita.. dan menikmati suasana taman kota..

Ada seorang anak kecil, usianya sekitar 4 tahun menghampiri kami..
wajahnya kotor, bajunya kotor dan tiba-tiba dia mengambil minuman kami.. dia tiba-tiba meminum dan mengambil gorengan yang tersedia sedari tadi..
Wajahnya sangat menyedihkan..
ternyata dia seorang pengamen kecil, yang kelaparan, yang ternyata sedari tadi memperhatikan aku dan sahabatku..

Kami merasa iba dengan anak itu….
dia kemudian menarik tanganku..
“teteh ayo main itu” ,,dia menunjuk permainan gelembung.. aku hanya memperhatikannya dengan sedih, lalu anak itu berlari sambil memainkan gelembung gelembung yang di jual di taman kota itu..

Lalu dia menghampiri aku dan sahabatku lagi..
tapi kini dia tidak sendiri, dia datang bersama adiknya..
adiknya terlhat lebih menyedihkan, kotor, dan tidak memakai celana..

Mereka terlihat sangat kelaparan.. aku membeli makanan untuk kita makan bersama di sana.. ketika aku menghampiri seorang pedagang dia berkata.
“neng.. anak itu kasian.. dia suka di ngilang sehari-dua hari.. tapi orang tuanya ga pernah peduli..” ucap pedagang itu.
“oh ya? Kok bisa? Ngilang ke mana memangnya mang?” Tanya aku.
“mereka suka di perjual belikan..”
Ketika mendengar kata-kata itu.. rasanya hati aku teriris-iris..
Anak seusia mereka yang seharusnya bebas bermain , bebas tertawa, mendapat perhatian dan kasih sayang penuh.. ini malah di perjual belikan!!

Oh Tuhan.. dimana hati kedua orang mereka?
anak-anak semanis mereka, tidak seharusnya menanggung beban sebesar ini..
Hmmm..

Sebenarnya.. kita banyak mendapat pelajaran dari kehidupan anak-anak jalanan..
mereka yang tidak kenal arti ‘membuang-buang uang’..
tidak mengenal arti ‘bermalas-malasan’
tidak mengenal arti ‘kasih sayang’

Kadang aku tidak mengerti sama orang yang suka marah-marah sama anak jalanan : “kalian masih kecil udah ngamen! Kalau besar mau jadi apa?!”

Rasanya ketika ada orang yang teriak begitu aku ingin sekali memakinya, hei kalian yang membaca post ini.. tolong kalian ngerti anak-anak jalanan juga ga mau ngamen atau apapun itu.. tapi mereka tidak punya pilihan lain, orang tuanya yang menyuruh mereka seperti itu.. orang tua yang ga punya hati lebih tepatnya..

Jangan salahkan mereka..
Mereka masih anak-anak.. mereka tidak minta di lahirkan sebagai seorang ‘peminta-minta’..
Berikan sedikit perhatian kalian untuk mereka..
Dengarkan ketika mereka bernyanyi.. jangan malah mengusir mereka..

Mereka hanya anak-anak yang kurang kasih sayang, kurang cinta, dan kurang materi.
Berikan sedikit kepunyaan kita untuk mereka..
sedikit dari kita sangat berarti banyak untuk mereka.. untuk hidup mereka..
Berikan senyuman untuk mereka, ketika mereka bernyanyi.
Setidaknya mereka  akan merasa bahwa masih ada orang yang peduli kepadanya..
Íngatlah sesuatu kawan :

“ketika kita memberi, percayalah bahwa kita tidak akan pernah berkekurangan.. “




Kamis, 07 Agustus 2014

Santa maria 3 senior high school

Ini mungkin bakal jd hari terakhir untuk ngumpul bareng sama angkatan 11-14 untuk ngumpul bareng..
Hari ini cap 3 jari sekaligus pembagian ijasah..
Sedih rasanya mengingat semua memori selama 3 tahun kebelakang.
Ketika menginjakan kaki di gerbang sekolah, teringat kembali saat pertama kali menginjakan kaki di sana..

Dari bangunan tua, sampai bangunan megah sekolah kami menjadi saksinya..

Kami yg berdiri di sini..adalah saksi! Saksi jatuh bangun perjalanan panjang selama 3 tahun..
Merasakan sekolah sore yg pulangnya jam 6 sore karna sekolah dalam tahap pembangunan.

Merasakan tidak ada ekstrakulikuler.. Merasakan olahraga di lorong sekolah.. Sampai merasakan bisingnya suara alat pembangunan yg saling bergesekan yg mengganggu setiap waktu belajar kami di sekolah.

Sekarang...
Setelah perjuangan berat kami lalui.. Bangunan baru yg dapat kami tempati. Bangunan megah yg telah menjadi saksi 2 tahun segala tinggah laku, air mata, tawa, dan segala hal yg ada di sekolah.

Bangunan ini.. Di atas atap SMA.SANTA MARIA 3...
Semua telah terukir segala perjalanan berat kami.
Bangunan dingin, dan tak bernyawa ini.
Adalah saksi bisu, setiap kata perkenalan di awal perjumpaan kami.
Setiap kekompakan dalam tiap kelas yg menyatukan pribadi menjadi satu keluarga kedua.

Disini.. Dibangunan ini... Semua perjalanan baru selama 3 tahun di mulai.. Perjumpaan baru dengan berbagai pribadi di mulai di sini, semakin hari semakin mengenal. Dari sinilah kami menemukan malaikat-malaikat dalam wujut sahabat! Pacar! Teman dekat!

3 tahun.. Berjuang ! Berjuang untuk mendapatkan yg terbaik.. Nilai di atas KKM.. Jujur.. Kompak.. Naik kelas.. Dan lulus ujian negara..
Butuh mental yg kuat dan kesabaran extra untuk melaluinya..
Di sinilah air mata perjuangan tumpah ruah.. Kadang jalan kami terasa amat berat, seolah waktu berjalan sangat lambat saat itu.

Tapi.... Lihat kami sekarang...
Kami lulus...!
Kami berhasil melalui segala perjalanan panjang dan segala cerita suka duka yang terukir di dalamnya..

Sadar.....ketika cairan biru membasahi ketiga jariku, dan ketika cairan itu melekat di ijasah ini.. :')
Kisah indah di SMA, kisah ku kisah kamu kisah kita.. Sudah berakhir, sudah benar-benar berakhir..

Tidak ada lagi cerita bareng teman-teman.
Tidak ada lagi lomba-lomba yg di ikutin bersama kalian.
Tidak ada lagi kehebohan saat guru bilang 'tutup buku dan kita ulangan'
Tidak ada lagi foto-foto selfie di dalam kelas.
Tidak ada lagi yg nagih uang khas.
Tidak ada lagi kata-kata 'udah ngerjain pr belum? Nyontek lah'
Tidak ada lagi kegembiraan saat jam kosong.
Tidak ada lagi tepar di kelas karna bertubi-tubi di jejal oleh berbagai pelajaran.
Tidak ada ucapan selamat ulang tahun di kelas.
Tidak ada lagi ngeceng gebetan di balkon kelas.
Tidak ada lagi sahabat-sahabat yg pagi-pagi menyapa di depan kelas.
Tidak ada lagi guru yg marah.
Tidak ada kata-kata 'habis ini si pelajaran si ibu.......ya?? Ada gk gurunya?'
Tidak ada lagi ngegosip di kelas.
Tidak ada lagi nyanyi di kelas.
Tidak ada lagi kumpul bareng, dengan murid yg lengkap, karna pasti sekarang akan punya kesibukan masing-masing.
Tidak ada lagi yg nagih uang fotocopy.
Tidak ada lagi bilang 'asa kemaren baru bayar uang kas'
Tidak ada lagi yg bilang 'maaf bu saya lupa ngerjain pr'
Tidak ada lagi nangis-nangisan di kelas.
Tidak ada lagi ceplas ceplos yg bikin ketawa anak 1 kelas.
Tidak ada lagi kata-kata 'oh hari ini ulangan? Aku belum belajar. Hehe'
Tidak ada lagi kata-kata 'mampus! Buku/tugas aku ketinggalan'
Tidak ada lagi kata-kata 'aku nebeng ya' ke temen sekelas.
Tidak ada lagi gitar-gitaran dan nyanyi di kelas.
Tidak ada lagi ribut di kelas, sampai di marahi guru.
Tidak ada lagi pakai seragam lengkap.
Tidak ada lagi coret-coret di lembar soal ulangan.

Semuanya tidak akan terulang. Masa terindah kini benar-benar sudah habis.
Masuk dunia baru..
Teman baru, suasana baru, tempat baru. Semuanya baru..
Tidak mudah memulai semuanya dari awal lagi, sulit menerima kenyataan bahwa tidak akan ada lagi senyuman-senyuman ramah yg menyapa di sekolah.

Tetapi di manapun kamii berada.
Inget selalu pesan wali kelas :

"Berbuatlah jujur karna kejujuran adalah  perhiasan jiwa yg lebih bercahaya dari pada berlian.
Prestasi membuat kita di puji,
Kebaikan membuat kita di sukai,
Kerendahan hati membuat kita di hormati.

Guru, sahabat, teman pun pernah berbuat salah. Tetapi, selalu kita temukan sebuat alasan untuk memaafkan. Berbuat baik dan berfikir positif dapat menghancurkan semua temboh pemisah!"

Terima kasih atas, rasa, pengalaman, perjuangan, dan kasih selama 3 tahun kemarin..
Terima kasih pernah mewarnai hari-hari terindah di SMA.
Terima kasih pernah menciptakan suasana nyaman.
Terima kasih pernah menerima aku untuk menjadi bagian dalam keluarga besar SMA.SANTA MARIA 3

Tetap berjuang teman-teman..
Kalian tahu di depan sanalah tantangan yg sebenarnya..
Tetap berjuang! Tetap bertahan! Tuhan punya sesuatu yg luar biasa di depan sana, rencana-Nya nanti akan buat kalian speechless.

Salam sayang dari aku! Maaf kalau tanpa sengaja aku pernah menyinggung bahkan buat kalian nangis. Maaf..

Aku sayang kalian..
Kalian hebat!! Sampai bertemu di masa depan.
Saat reuni nanti aku ingin liat kalian berjalan dengan percaya diri, hingga membuat seluruh orang yang liat berkata 'WOW! Itu dia!'


Sampai jumpa :')

ini masa SMA aku yg sempat di abadikan silahkan tonton video'a : http://www.youtube.com/watch?v=G7pdywO02Co   dan  http://www.youtube.com/watch?v=7AP-NC3YeXk   ,selamat menyaksikan :)


Sabtu, 02 Agustus 2014

lalu menurutmu siapa yg salah?

Hay sayang.....

Ummmh maksudku kamu...
Maaf, aku masih belum terbiasa menyebutmu dengan kata 'kamu'.. Setelah mati-matian aku memerintahkan otakku agar aku kembali memanggilmu dengan sebutan 'kamu', tapi terkadang aku masih salah menyebutkan itu.

Ku tahu sekarang kita sudah berakhir.. Kita sudah berpisah. Ini bukan perpisahan yg kita inginkan. Tak pernah sedikitpun terbayangkan olehku, bahwa akhir kisah kita akan semenyakitkan ini.
Aku tidak tahu apakah kamu juga merasakan hal yg sama. Tapi yg ku tahu, hatiku sakit mengetahui bahwa kamu tidak akan ada lagi dalam hari-hariku kedepan.

Aku tidak mengerti...
Sebenarnya siapa yg salah dalam hubungan ini.. Aku? Kamu? Atau dia yg hadir dalam hubungan kita?

Ketika kemarin sore aku hendak pelayanan di gereja. Di bawah atap gereja. Di hadapan Tuhan ku.
Aku melihat kamu membonceng dia, wanita yg menjadi perusak hubungan kita dulu.
Dari pintu gereja aku melihat dia memeluk tubuhmu di atas sepeda motor. Begitu mesra..sangat mesra..

Aku mencoba menenangkan hatiku. Ku siapkan betul hati dan pikiranku agar tetap terfokus pada tugas pelayanan gereja.. Ku buang semua pikiran tetang kamu.. Tentang dia.. Tentang kalian!

Missa di mulai, seluruh umat sembahyang.. Kini giliranku memuji Tuhanku, aku maju ke depan altar Tuhanku.. Aku masih sibuk dengan buku nyanyianku.. Piano mulai berdenting membantuku menyesuaikan nada, seluruh umat kini memandangku.. Aku siap melantunkan lagu untuk Tuhanku..
Ketika aku siap dengan nyanyian mazmurku, aku memandang ke arah umat..

Dan........

Aku melihatmu dan dia.. Duduk bersandingan.. Duduk di bangku paling depan! Tepat di depanku!!
Apa-apaan ini.. Kau ingin merusak pelayananku?! Hah?! Tidak puas kamu menghancurkan hatiku?!

Aku berusaha memandang ke arah lain. Dengan cepat aku memusatkan seluruh perhatianku dalam nyanyian ini. Dan aku berhasil~

Missa hari ini berjalan sangat lama.. Itulah yg aku rasakan hari ini..
Melihat gereja ini.. Mengingatkan aku saat pertama kali kita pergi sembahyang bersama.. Saat itu aku memperkenalkanmu sebagai kekasihku pada Tuhan di gereja ini..

Dan saat ini kamu memperkenalkan dia sebagai kekasihmu pada Tuhan di gereja ini..

Betapa menyakitkannya bukan?

Percayalah padaku...
Dia bukan orang baik! Dia hanya pura" baik di depanmu.. Dia hanya menggunakan topeng di depan kamu..
Percaya padaku.. Ku mohon..

Jika dia orang baik..
Dia tidak akan merusak hubungan dua orang yg saling menyayangi..

Gereja ini saksinya.. Saksi air mataku tadi.. Saksi dari semua kisah kita yg ku kira akan berakhir indah di altar ini. Akhir bahagia Dengan pemberkatan yg kudus.
Tapi. Tuhan berkata lain..
Ada wanita lain yg tampaknya lebih membutuhkanmu.. Sehebat apapun aku berjuang untuk hubungan kita, jika Tuhan ingin kamu bersama wanita itu aku bisa apa? Walau harus ku rasakan sakit..yg teramat sangat..walau seluruh air mata sudah habis, kamu akan tetap bersama dia wanita perusak hubungan kita itu.

Lalu setelah penjelasanku yg panjang lebar itu.. Bagaimana menurutmu? Siapa yg salah dalam masalah ini? Kamu yang sekarang sudah bahagia dengan wanita lain..
Atau aku yg masih terpaku di sini...sendiri.. Bersama air mata dan semua kenangan tentang kita..


Ku harap kau akan mengerti rasanya jadi aku suatu saat nanti. :')

Senin, 21 Juli 2014

bangun pabos !

Selamat sore pabos! :')
Hari ini aku dengar kamu masuk rumah sakit.. Aku bilang juga apa, jaga kesehatan!! Jangan cuman pikirin modul anatomi, tugas, presentasi di kerjain sampe dini hari. Aku ga nyalahin tugas-tugas kamu, tapi aku nyalahin kamu yg ga pernah peduliin kesehatan sendiri.! :'((
Kamu tuh kuliah di jurusan kesehatan, tapi kamu ga bisa ngurus kesehatan kamu sendiri ,gimana bisa kamu ngurus ribuan orang sakit di luar sana..

Begitu aku tau kamu di rs.borromeus aku dan sahabat kamu ka dian langsung ke sana sekitar jam 3. Khawatir banget. Tadi malem kita masih tlp"an, masih mention"an.. Dan tadi pagi jam 10 mamah kamu bilang kamu sempet ga sadar!! Gimana bisa aku tenang...
Aku masuk ke ruangan kamu, carolus 3 no.3301..

Ka dian ngobrol sama mamah kamu, dan memutuskan untuk cari makan ,karna dari pagi mamahmu belum makan. Aku di ajak makan siang, tapi Aku bilang aku udah kenyang! (Kenyang air mata)
Setelah mereka keluar, ruangan terasa sangat sepi pabos, aku ga kuat liat kamu kaya gini!!
Bangunnnnn pabos bangunnnn...

Sekarang kita cuman berdua di sini!! Kamu bangun pabos!! Bangun untuk aku!!
Aku duduk di samping tempat tidur kamu, aku pegang tangan kamu ,dingin! Ini bukan tangan kamu pabos, tangan pabos aku hangat ga sedingin ini..
Air mata aku netes lagi, entah ini tetesan keberapa!!! BANGUN pabos :'((
Aku nyalain tv supaya kamu bangun!! Supaya kamu keganggu sama suaranya tapi kamu kenapa tetep tidur??!!!

Di ruangan ini dingin sayang, kamu cuman sendirian. Enakan di rumah kamu, ada mamah ada papah ada abel ada bi nira.. Di sini ga enak sayang ,,bangunnnnn!!! :'((
kemarin aku baru denger suara kamu, sekarang udah seharian kamu tidur.. Kamu ga capek tidur terus kayak gini.. Bangun pabos!!! Kamu itu calon dokter, kamu tau kan cara-cara untuk sembuh! Pakai semua teori yg selama ini kamu pelajari... Aku mohon jangan diem aja kaya gini.. Aku mohon..

Aku belum pernah liat kamu sepucet ini pabos!
Liat orang sekuat kamu harus terbaring lemah di atas bed, di infus, dan di kasih oksigen. Jari tengah kamu di jepit pakai semacam alat yg tersambung dengan monitor jantung di samping bed mu.. Sampai drop begini!!!!

Aku bisa apa sekarang? Memegang tanganmu dan menulis post untuk kamu supaya mungkin kamu baca!
Betapa sakitnya melihat orang yg kita sayang terbaring lemah dengan berbagai macam alat di tubuhnya..
Kamu kuat pabos! Bangun yah aku mohon! Jangan buat aku berfikir yg tidak"..

Tuhan tidak jahat kan pabos? Tidak tidak.. Tuhan baik.. Dia selalu punya rencana yg terbaik.

Tapi kenapa harus kamu yg ada di bed pasien saat ini pabos? Kenapa harus kamu yg tak sadar?

Pabos? Kan aku yg sakit.. Kenapa kamu yg gk sadar ??!!!! Harusnya aku yg ada di bed kamu sekarang..

Disini, di samping bed yg kamu tiduri, sampai kata-kata ini ditulis. Aku masih menunggu kamu kembali tersenyum untuk aku pabos, atau untuk sekedar membuka mata.
Senyum dan sorot mata yg selalu memberi aku kekuatan saat tak ada lagi kekuatan untuk menjalani hidup.

Pabos,...
Jangan buat aku semakin mengutuki tahun ini...! Aku benci tahun ini, aku tidak lulus masuk universitas negri! Tiganku meninggal! Temanku meninggal ! Kakaku meninggal ! Kamu koma sekarang! Apalagi??!!!! apalagi!!

Seakan tahun ini tahun penderitaan untuk aku, bangun pabos.. Yakinkan aku bahwa hariku kedepan akan lebih baik, jangan biarkan aku terus mengutuki hidupku, dan membuat aku semakin tidak bersyukur dan tidak mempunyai semangat hidup!

kumohon bangun..